Menurut para peserta operasi, sindikat kriminal tersebut telah mengeksploitasi jutaan orang di seluruh dunia melalui berbagai modus, mulai dari modus penipuan berkedok hubungan asmara (romance scam), penipuan investasi, hingga praktik kerja paksa di pusat-pusat operasi online scam.

Karena jaringan ini beroperasi lintas negara dan lintas platform, kolaborasi antara industri teknologi, lembaga keuangan, pemerintah, dan aparat penegak hukum dinilai menjadi kunci untuk menekan kejahatan digital dari sumbernya.