Finnews.id – LIFESTYLE Di balik kebebasan profesi Freelancer, ada satu tantangan besar yang harus dihadapi: pendapatan yang tidak menentu.
Metode NWS adalah salah satu metode pengaturan keuangan atau finansial bagi para freelancer agar tetap “survive” menjalankan tugas profesinya dengan tenang.
Berbeda dengan karyawan kantoran yang menerima gaji tetap dengan tanggal pasti setiap bulan, pendapatan seorang freelancer sangat bergantung pada jumlah proyek yang diselesaikan.
Bagaimana cara menerapkannya ketika “gaji bulanan” Anda selalu berubah?
Salah satu metode paling populer dan efektif yang bisa dimodifikasi untuk pekerja lepas adalah Aturan 50/30/20 atau NWS Method ( Needs,Wants,Savings Method ).
- Kebutuhan (Needs) = Alokasi 50%
Sewa kos/kontrakan, makan sehari-hari, paket data internet utama, transportasi untuk bertemu klien, dan asuransi kesehatan mandiri (BPJS). - Keinginan (Wants) = Alokasi 30%
Membeli kopi saat work from cafe, langganan Netflix/Spotify, pakaian baru non-seragam, dan biaya jajan atau bioskop. - Tabungan(Savings) = Alokasi 20%
Pengisian Dana Darurat khusus freelancer, investasi reksa dana, saham, atau tabungan emas untuk jaminan hari tua.
Seorang freelancer idealnya mengamankan dana darurat sebesar 6 hingga 12 kali pengeluaran bulanan sebelum fokus penuh pada investasi berisiko tinggi.
Hal ini dikarenakan risiko jeda proyek yang bisa berlangsung berbulan-bulan.
Menjalani kehidupan sebagai Freelancer memang berat, namun tidak berarti tidak ada solusi.