finnews.id – Bubur ayam sering dianggap sebagai makanan yang ringan, mudah dicerna, dan cocok dikonsumsi saat tubuh sedang tidak fit. Teksturnya yang lembut membuat makanan ini menjadi pilihan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga lansia. Namun, di balik kesan sehat tersebut, bubur ayam belum tentu cocok untuk semua orang.

Komposisi bubur ayam dapat bervariasi, mulai dari bubur beras, potongan ayam, kuah kaldu, kecap, cakwe, kerupuk, hingga berbagai bumbu tambahan. Pada kondisi kesehatan tertentu, kombinasi bahan-bahan tersebut justru dapat menimbulkan masalah jika dikonsumsi secara berlebihan.

Mengapa Bubur Ayam Tidak Selalu Menjadi Pilihan Terbaik?

Bubur dibuat dari beras yang dimasak dalam waktu lama dengan banyak air. Proses ini membuat tekstur beras menjadi sangat lunak dan lebih mudah dicerna. Namun, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan karbohidrat lebih cepat diserap tubuh dibandingkan nasi biasa.

Selain itu, bubur ayam yang dijual di pasaran sering kali mengandung tambahan garam, kaldu, kecap manis, hingga topping gorengan yang dapat meningkatkan kandungan natrium, gula, dan lemak.

Karena itu, manfaat bubur ayam sangat bergantung pada bahan dan porsi yang dikonsumsi.

Penderita Diabetes Perlu Membatasi Konsumsi

Orang dengan diabetes perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi bubur ayam. Karbohidrat pada bubur cenderung lebih cepat meningkatkan kadar gula darah dibandingkan nasi yang lebih padat.

Risiko dapat meningkat apabila bubur disajikan bersama kecap manis, kerupuk, atau cakwe yang menambah asupan karbohidrat sederhana.

Meski demikian, penderita diabetes tidak selalu harus menghindari bubur ayam. Porsi yang terkontrol serta tambahan protein tanpa lemak dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah.

Penderita Hipertensi Harus Memperhatikan Kandungan Garam

Banyak bubur ayam menggunakan kaldu dan bumbu dengan kadar natrium yang cukup tinggi. Konsumsi garam berlebihan dapat menjadi masalah bagi penderita tekanan darah tinggi.

Selain kuah kaldu, beberapa topping seperti abon, ayam berbumbu, dan kerupuk juga dapat menyumbang natrium tambahan.

Oleh karena itu, penderita hipertensi sebaiknya memilih bubur dengan bumbu yang lebih sederhana dan tidak terlalu asin.