Diabetes Tipe 2 Memiliki Pengaruh Genetik yang Lebih Kuat
Jika dibandingkan dengan diabetes tipe 1, hubungan antara faktor keturunan dan diabetes tipe 2 jauh lebih kuat.
Seseorang yang memiliki ayah, ibu, atau saudara kandung penderita diabetes tipe 2 diketahui memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa gen yang diwariskan dalam keluarga dapat memengaruhi cara tubuh mengatur gula darah dan merespons insulin.
Namun, gen bukanlah satu-satunya faktor penentu. Banyak orang dengan riwayat keluarga diabetes tidak pernah mengalami penyakit tersebut karena menjalani gaya hidup sehat. Sebaliknya, orang tanpa riwayat keluarga diabetes tetap dapat terkena diabetes tipe 2 apabila mengalami obesitas, jarang berolahraga, dan memiliki pola makan yang kurang baik.
Karena itu, diabetes tipe 2 sering dianggap sebagai hasil interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan.
Pengaruh Diabetes Gestasional terhadap Anak
Selain diabetes tipe 1 dan tipe 2, terdapat diabetes gestasional yang terjadi selama masa kehamilan.
Kondisi ini biasanya membaik setelah persalinan. Namun, ibu yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di masa mendatang.
Anak yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional juga diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 ketika dewasa. Oleh karena itu, pengendalian kadar gula darah selama kehamilan menjadi hal yang sangat penting untuk kesehatan ibu dan bayi.
Apakah Riwayat Keluarga Berarti Diabetes Tidak Bisa Dicegah?
Memiliki orang tua penderita diabetes bukan berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit yang sama.
Para ahli menegaskan bahwa faktor keturunan hanya meningkatkan kemungkinan terjadinya diabetes. Risiko tersebut masih dapat ditekan melalui berbagai langkah pencegahan, antara lain:
- Menjaga berat badan ideal.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Membatasi konsumsi gula tambahan.
- Rutin berolahraga.
- Tidak merokok.
- Tidur yang cukup.
- Memeriksa kadar gula darah secara berkala jika memiliki riwayat keluarga diabetes.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah atau setidaknya menunda munculnya diabetes tipe 2 pada kelompok yang berisiko tinggi.