finnews.id – Mi instan menjadi salah satu makanan yang paling praktis dan populer di berbagai kalangan. Cara memasaknya yang mudah membuat banyak orang menganggap tidak ada aturan khusus saat menyiapkannya. Padahal, beberapa kebiasaan yang sering dilakukan saat memasak mi instan ternyata dapat memengaruhi rasa, tekstur, bahkan nilai gizinya.

Meski terlihat sepele, kesalahan saat memasak mi instan bisa membuat hidangan menjadi terlalu asin, lembek, atau kurang seimbang dari sisi nutrisi. Berikut beberapa kesalahan yang cukup sering dilakukan.

Merebus Mi Terlalu Lama

Salah satu kesalahan yang paling umum adalah merebus mi melebihi waktu yang dianjurkan pada kemasan. Mi yang terlalu matang akan kehilangan teksturnya dan menjadi lembek.

Selain mengurangi kenikmatan saat disantap, mi yang terlalu lama direbus juga cenderung menyerap lebih banyak air sehingga teksturnya tidak lagi kenyal.

Menggunakan Air yang Tidak Sesuai

Takaran air sangat memengaruhi hasil akhir mi instan, terutama untuk jenis mi kuah. Air yang terlalu sedikit membuat kuah menjadi terlalu pekat dan asin, sementara air yang terlalu banyak dapat mengurangi cita rasa bumbu.

Mengikuti takaran yang dianjurkan produsen biasanya menjadi cara terbaik untuk mendapatkan rasa yang seimbang.

Menambahkan Seluruh Bumbu Tanpa Pertimbangan

Banyak orang langsung menuangkan seluruh bumbu ke dalam mi tanpa mempertimbangkan kebutuhan masing-masing. Padahal, sebagian besar kandungan natrium pada mi instan berasal dari bumbu yang disertakan.

Menurut rekomendasi dari World Health Organization, konsumsi garam harian sebaiknya dibatasi untuk membantu menjaga kesehatan. Mengurangi sebagian bumbu dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin membatasi asupan natrium.

Menambah Garam atau Penyedap Lagi

Sebagian orang masih menambahkan garam, kaldu bubuk, atau penyedap rasa meskipun mi instan sudah memiliki bumbu yang cukup kuat.

Kebiasaan ini dapat membuat kandungan natrium dalam satu porsi menjadi jauh lebih tinggi dibanding yang dibutuhkan tubuh.

Tidak Menambahkan Sayuran

Mi instan memang praktis, tetapi umumnya tidak mengandung cukup serat. Karena itu, menambahkan sayuran seperti sawi, bayam, wortel, atau kol dapat membantu meningkatkan kandungan nutrisi makanan.