Untuk mempermudah pemula, para pakar keuangan sangat merekomendasikan metode alokasi anggaran 50/30/20:
50 Persen: Alokasikan untuk kebutuhan pokok (seperti sewa kos, belanja dapur, dan tagihan listrik).
30 Persen: Manfaatkan untuk pemenuhan keinginan atau hiburan (seperti nongkrong atau menyalurkan hobi).
20 Persen: Tabungkan secara disiplin ke dalam rekening dana darurat atau instrumen investasi.
3. Maksimalkan Program Pensiun Perusahaan
Banyak anak muda berpikir bahwa masa pensiun adalah urusan nanti. Padahal, tidak ada istilah terlalu cepat untuk menyiapkan hari tua. Jika perusahaan tempat Anda bekerja menawarkan program pensiun atau jaminan hari tua (seperti BPJS Ketenagakerjaan atau program dana pensiun swasta), segera daftarkan diri Anda.
Program ini menawarkan keuntungan yang sangat besar, salah satunya adalah skema matching contribution, di mana perusahaan akan ikut menyetor sejumlah dana ke rekening pensiun Anda. Hal ini ibarat mendapatkan uang tambahan secara cuma-cuma.
Selain itu, dana pensiun memanfaatkan keajaiban bunga majemuk (compound interest). Artinya, semakin awal Anda memulai, semakin besar gulungan aset yang akan Anda nikmati puluhan tahun mendatang berkat efek bunga berbunga.
4. Amankan Fondasi Lewat Dana Darurat
Kehidupan penuh dengan ketidakpastian. Mulai dari gawai yang mendadak rusak, kebutuhan medis darurat, hingga risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa terjadi kapan saja. Di sinilah pentingnya kehadiran dana darurat sebagai bumper atau bantalan finansial agar Anda tidak terjerat utang saat krisis melanda.
Idealnya, Anda harus mengumpulkan dana darurat yang setara dengan tiga hingga enam bulan biaya hidup. Caranya, sisihkan sebagian kecil dari gaji secara konsisten melalui fitur transfer otomatis ke rekening bank terpisah yang tidak memiliki fasilitas kartu ATM, agar uang tersebut tidak mudah utak-atik untuk keperluan konsumtif.
5. Bangun Riwayat Kredit yang Bersih
Memiliki riwayat kredit yang baik merupakan modal berharga saat Anda ingin melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya, seperti mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau sewa apartemen. Perbankan akan melihat reputasi Anda sebagai peminjam melalui skor kredit.