finnews.id – Bangun tidur dengan tenggorokan terasa sakit atau tidak nyaman merupakan keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Rasa nyeri ini bisa muncul dalam bentuk tenggorokan kering, gatal, perih saat menelan, atau bahkan suara yang menjadi serak. Kondisi tersebut tidak selalu menandakan penyakit serius, tetapi dapat menjadi sinyal adanya kebiasaan atau faktor lingkungan tertentu yang memengaruhi kesehatan saluran pernapasan.
Mulut Terbuka saat Tidur
Salah satu penyebab paling umum adalah kebiasaan tidur dengan mulut terbuka. Saat seseorang bernapas melalui mulut selama tidur, udara yang masuk dapat mengeringkan lapisan lendir di tenggorokan.
Kondisi ini sering terjadi pada orang yang mengalami hidung tersumbat akibat flu, alergi, sinusitis, atau kelainan struktur hidung. Akibatnya, tenggorokan terasa kering dan nyeri ketika bangun pada pagi hari.
Udara Kamar yang Terlalu Kering
Lingkungan tidur juga berperan besar terhadap kesehatan tenggorokan. Penggunaan pendingin ruangan (AC) dalam waktu lama atau udara yang kelembapannya rendah dapat menyebabkan tenggorokan kehilangan kelembapan alami.
Semakin kering udara di dalam kamar, semakin besar kemungkinan jaringan tenggorokan mengalami iritasi selama tidur. Gejalanya biasanya berupa rasa perih ringan yang membaik setelah minum air putih.
Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan sepanjang hari dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi ringan saat malam hari. Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi air liur berkurang sehingga tenggorokan lebih mudah kering dan teriritasi.
Tanda lain yang sering menyertai dehidrasi adalah bibir kering, mulut lengket saat bangun tidur, dan rasa haus yang cukup kuat pada pagi hari.
Asam Lambung Naik saat Tidur
Penyakit refluks asam lambung atau GERD juga dapat menyebabkan tenggorokan sakit ketika bangun tidur. Saat seseorang berbaring, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan mencapai bagian belakang tenggorokan.
Paparan asam yang terjadi berulang dapat menimbulkan peradangan sehingga muncul gejala seperti: