finnews.id – Jengkol menjadi salah satu makanan khas yang punya banyak penggemar di Indonesia. Aroma yang kuat dan rasa khas membuat bahan makanan ini sering diolah menjadi semur, sambal, hingga lalapan. Meski begitu, tidak semua orang aman mengonsumsi jengkol dalam jumlah banyak. Pada kondisi tertentu, jengkol justru dapat memicu gangguan kesehatan yang cukup serius.

Kandungan asam jengkolat dalam jengkol menjadi perhatian utama di dunia medis. Senyawa ini dapat membentuk kristal pada saluran kemih dan memicu gangguan pada ginjal apabila dikonsumsi berlebihan atau pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, penting memahami siapa saja yang sebaiknya membatasi atau bahkan menghindari konsumsi jengkol.

Penderita Gangguan Ginjal

Orang dengan penyakit ginjal termasuk kelompok yang paling perlu berhati-hati saat makan jengkol. Asam jengkolat dapat membentuk endapan kristal yang menyulitkan kerja ginjal dalam menyaring limbah tubuh.

Pada beberapa kasus, konsumsi jengkol berlebihan dikaitkan dengan kondisi yang dikenal sebagai jengkolan. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat saat buang air kecil, urine berdarah, hingga gangguan fungsi ginjal akut.

Gejala yang sering muncul meliputi:

  • Nyeri pinggang
  • Sulit buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Urine berwarna gelap atau bercampur darah

Bagi pasien dengan riwayat gagal ginjal atau batu ginjal, risiko tersebut bisa menjadi lebih besar.

Penderita Batu Saluran Kemih

Kristal dari asam jengkolat dapat memperburuk kondisi batu saluran kemih. Endapan tersebut berpotensi menyumbat saluran urine dan memicu rasa nyeri yang intens.

Orang yang pernah mengalami batu ginjal atau infeksi saluran kemih berulang biasanya disarankan untuk membatasi makanan tertentu yang dapat memengaruhi sistem kemih, termasuk jengkol.

Selain itu, kurang minum air setelah mengonsumsi jengkol juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya kristal pada urine.

Orang dengan Asam Urat Tinggi

Meski jengkol tidak selalu menjadi penyebab utama asam urat, beberapa orang melaporkan keluhan nyeri sendi setelah mengonsumsinya dalam jumlah besar. Hal ini berkaitan dengan metabolisme tubuh dan kondisi kesehatan masing-masing individu.