Angka ini memang lebih sedikit jika dibandingkan dengan pemain seperti Matheus Cunha yang mencatatkan 45,9 sentuhan.

Namun, minimnya keterlibatan tersebut diprediksi bisa meningkat jika ia bermain di tim dengan kualitas skuad yang lebih baik.

Di sisi lain, Manchester United sebenarnya memproyeksikan Cunha sebagai penyerang sayap kiri utama untuk musim depan.

Hanya saja, Cunha dinilai jauh lebih efektif jika bergerak di area sentral dan diberikan kebebasan untuk menusuk ke dalam.

Sebagai opsi pelapis di sektor kiri, Carrick tampaknya akan sulit menemukan pemain dengan harga dan potensi yang lebih baik di pasar transfer selain Fernandez-Pardo.

Namun, United tentu tidak boleh gegabah membelinya jika tidak memiliki rencana matang untuk memaksimalkan kontribusinya.

Siapa Lebih Unggul, United atau City?

Saat ini, Manchester City sedang memasuki masa transisi yang penuh ketidakpastian setelah era Pep Guardiola berakhir.

Walaupun Enzo Maresca terbukti mampu bersaing di level tertinggi, sangat wajar jika para pemain muda merasa ragu untuk berlabuh ke Stadion Etihad saat ini.

Beban City kian berat karena bayang-bayang sanksi atas dugaan pelanggaran aturan finansial Liga Utama Inggris masih belum mereda.

Ancaman pengurangan poin secara signifikan hingga degradasi massal masih menjadi momok yang nyata bagi klub tersebut.

Meskipun secara historis City hanya sekali finis di luar tiga besar dalam 16 musim terakhir, grafik performa Manchester United saat ini justru sedang bergerak naik.

Jika pada musim-musim sebelumnya pindah ke Etihad adalah pilihan paling logis untuk karier seorang pemain, saat ini Old Trafford tampaknya menjadi destinasi yang jauh lebih menjanjikan dan menarik bagi Fernandez-Pardo.