Finnews.id – TEKNO Polymarket mendapat kecaman luas karena memfasilitasi taruhan pada konflik bersenjata, termasuk perang nuklir dan pergerakan pasukan.

Ini memicu tuduhan bahwa platform tersebut memanipulasi data dan memicu taruhan berisiko tinggi yang dapat membahayakan keselamatan publik.

Seorang insinyur Google didakwa melakukan penipuan dan insider trading setelah meraup keuntungan jutaan dolar dari taruhan di Polymarket.

Ia diduga memanfaatkan data rahasia terkait peristiwa tertentu untuk memenangkan pasar.

Sebelumnya, penyelidikan juga dilakukan terhadap anggota militer AS yang memasang taruhan sangat akurat hanya beberapa saat sebelum terjadinya operasi militer di Venezuela dan Iran.

Akibat maraknya dugaan kebocoran informasi rahasia pemerintah dalam taruhan operasi militer, Kongres Amerika Serikat meluncurkan investigasi besar terhadap Polymarket mengenai potensi pemanfaatan informasi rahasia oleh pegawai pemerintah.

Platform ini mengalami kebocoran data sensitif senilai ratusan ribu dolar AS yang disebabkan oleh kelalaian admin, yang memicu kekhawatiran besar mengenai keamanan dana dan privasi pengguna.

Karena masalah perizinan perjudian, pelaporan perang yang menyesatkan, dan taruhan politik yang kontroversial, regulator di berbagai negara seperti Spanyol, Portugal, Brasil, dan Irlandia mengeluarkan larangan nasional dan menyelidiki aktivitas taruhan mencurigakan di platform ini.

Skandal terbesar Polymarket saat ini berpusat pada kasus insider trading (perdagangan orang dalam) terkait taruhan geopolitik dan kebocoran data.

Platform pasar prediksi kripto ini tengah menghadapi berbagai investigasi federal, kebocoran data, dan pemblokiran di beberapa negara akibat sifat taruhannya yang sangat sensitif.