4. Ketidakseimbangan Asupan Vitamin
Tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk menjaga kesehatan saraf. Saraf manusia sangat bergantung pada ketersediaan vitamin E, B1 (tiamin), B3 (niasin), B6 (piridoksin), dan B12 (kobalamin). Defisiensi atau kekurangan vitamin-vitamin ini akan langsung menimbulkan keluhan saraf, termasuk kesemutan. Namun perlu Anda catat, konsumsi vitamin B6 yang berlebihan juga justru bisa menjadi bumerang dan memicu sensasi kesemutan pada tangan maupun kaki.
5. Komplikasi Diabetes (Neuropati Diabetik)
Diabetes merupakan penyebab paling umum dari gangguan saraf tepi yang ditandai dengan kaki kesemutan. Data medis menunjukkan sekitar 3 dari 10 penderita gangguan saraf tepi memiliki riwayat diabetes atau menderita penyakit gula ini. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik. Selain kesemutan, pasien biasanya merasakan sensasi panas dan nyeri di telapak serta jari kaki. Jika penderita tidak mengontrol kadar gula darah dengan baik, saraf kaki berisiko mengalami mati rasa total.
6. Paparan Racun dan Bahan Kimia berbahaya
Masuknya zat beracun ke dalam sistem tubuh juga dapat memicu kesemutan kronis. Keracunan ini biasanya timbul akibat bahan kimia berbahaya seperti timbal, merkuri, atau arsen yang tidak sengaja terhirup maupun tertelan. Zat-zat ini merusak sistem saraf perifer secara perlahan namun pasti.
7. Efek Samping Penggunaan Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan tertentu membawa efek samping berupa sensasi kesemutan. Obat-obatan tersebut meliputi isoniazid untuk pengobatan tuberkulosis, obat HIV, obat imunosupresif, hingga obat kemoterapi bagi pasien kanker. Jika Anda merasakan kesemutan saat menjalani pengobatan tersebut, segera konsultasikan kepada dokter agar tenaga medis dapat menyesuaikan dosis atau mengganti jenis obat yang lebih aman bagi saraf Anda.