finnews.id – Kesemutan pada kaki sering dianggap masalah ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal tubuh saat saraf mulai mengalami gangguan.
Kesemutan biasanya menyerang area kaki karena bagian tubuh ini menopang aktivitas sehari-hari. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi produktivitas jika terjadi terus-menerus.
Berikut beberapa penyebab kaki kesemutan yang paling sering terjadi.
1. Saraf Kejepit
Salah satu penyebab kaki kesemutan yang paling umum adalah saraf kejepit. Kondisi ini terjadi ketika saraf di area tulang belakang mendapat tekanan, seperti pada kasus Hernia Nukleus Pulposus (HNP).
Tekanan tersebut kemudian menjalar hingga ke tungkai dan kaki. Akibatnya, penderita bisa merasakan sensasi kebas, nyeri, hingga kesemutan yang muncul berulang.
2. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Terlalu banyak mengonsumsi alkohol juga dapat menjadi pemicu kaki kesemutan. Kadar alkohol yang tinggi dalam tubuh memengaruhi jaringan saraf dan membuat fungsi saraf menurun.
Tak hanya itu, konsumsi alkohol berlebihan juga menyebabkan tubuh kekurangan vitamin penting. Padahal, vitamin memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan saraf.
3. Penyakit Sistemik
Kesemutan yang berlangsung lama juga bisa berkaitan dengan penyakit sistemik. Beberapa gangguan kesehatan seperti masalah hormon, penyakit ginjal, hingga gangguan hati dapat memicu kondisi tersebut.
Penyakit sistemik biasanya memengaruhi fungsi tubuh secara menyeluruh, termasuk kesehatan saraf. Karena itu, kesemutan tidak boleh dianggap sepele jika terjadi terus-menerus atau semakin sering muncul.
4. Kekurangan Vitamin B Kompleks
Asupan vitamin yang kurang juga dapat menyebabkan kaki kesemutan. Vitamin B kompleks, terutama vitamin B1, B6, dan B12, memiliki fungsi penting untuk menjaga kesehatan jaringan saraf.
Saat tubuh kekurangan vitamin tersebut, fungsi saraf bisa terganggu. Akibatnya, sensasi kesemutan lebih mudah muncul, terutama di area kaki.
5. Neuropati Diabetik
Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf tepi. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik dan sering dialami penderita diabetes.