Menghindari Pencairan Berulang: Anda hanya perlu mengambil jumlah daging yang Anda butuhkan tanpa harus mencairkan seluruh persediaan daging kurban. Pencairan berulang dapat merusak tekstur dan rasa daging.
3. Simpan Daging dalam Wadah Terpisah
Menyimpan daging kurban di kulkas sebaiknya tidak dicampur dengan makanan lain. Daging mentah secara alami mengandung bakteri yang dapat mengontaminasi makanan lain, terutama makanan yang sudah matang atau sayur-sayuran yang akan dikonsumsi mentah.
Anda harus menyiapkan tempat khusus atau wadah tertutup yang kedap udara untuk menyimpan daging kurban di kulkas. Wadah tertutup juga membantu mencegah cairan daging mentes ke makanan lain dan menjaga kebersihan kulkas Anda.
4. Pertimbangkan untuk Membumbui Daging Sebelum Disimpan
Salah satu trik agar daging kurban yang disimpan lebih tahan lama adalah dengan membumbuinya sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Anda bisa membumbui daging dengan bumbu-bumbu sederhana seperti garam, kunyit, bawang putih, atau lada.
Bumbu-bumbu ini tidak hanya memberikan rasa yang lebih lezat saat daging dimasak, tetapi juga dapat membantu membunuh bakteri pada daging. Proses pembumbuan ini dapat membantu menjaga kesegaran daging lebih lama.
5. Jangan Terlalu Lama Menyimpan Daging di Kulkas
Ada batasan waktu menyimpan daging kurban di kulkas agar masih layak dikonsumsi. Usahakan untuk tidak terlalu lama menyimpan daging kurban karena akan membuat daging menjadi tidak segar lagi dan kualitasnya menurun.
Secara umum, daging merah (sapi dan kambing) segar dapat disimpan di bagian kulkas (refrigerator) selama 1-2 hari. Jika Anda ingin menyimpannya lebih lama, Anda harus menyimpannya di bagian pembeku (freezer), di mana daging dapat bertahan selama beberapa bulan tanpa mengalami kerusakan yang signifikan.
Namun, untuk kualitas rasa dan tekstur terbaik, disarankan untuk mengonsumsi daging kurban dalam waktu 3-4 bulan jika disimpan di freezer.