- Jerawat berlebihan
- Pertumbuhan rambut berlebih
- Berat badan meningkat
- Sulit hamil
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, PCOS merupakan salah satu penyebab paling umum infertilitas pada wanita usia reproduktif.
Gangguan Tiroid Dapat Mengacaukan Siklus Haid
Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Jika fungsi tiroid terganggu, hormon menstruasi juga bisa ikut terdampak.
Hipotiroidisme atau kondisi saat hormon tiroid terlalu rendah dapat menyebabkan menstruasi datang lebih lambat, lebih berat, atau tidak teratur. Sementara hipertiroidisme juga dapat memengaruhi pola haid.
Gejala gangguan tiroid biasanya meliputi:
- Mudah lelah
- Berat badan berubah drastis
- Jantung berdebar
- Rambut rontok
- Sensitif terhadap suhu dingin atau panas
Pengaruh Penggunaan Alat Kontrasepsi
Pil KB, suntik hormon, hingga alat kontrasepsi tertentu dapat mengubah pola menstruasi. Setelah berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal, tubuh kadang membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan siklus alami.
Pada sebagian wanita, menstruasi bisa terlambat selama beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah penghentian kontrasepsi tertentu.
Kondisi ini umumnya bersifat sementara, tetapi tetap perlu diperiksa bila berlangsung terlalu lama.
Olahraga Berlebihan Bisa Menghambat Ovulasi
Aktivitas fisik memang baik untuk kesehatan, tetapi olahraga dengan intensitas terlalu berat dapat memengaruhi hormon reproduksi.
Atlet atau orang yang rutin melakukan latihan ekstrem sering mengalami gangguan menstruasi akibat rendahnya cadangan energi dalam tubuh. Tubuh akan memprioritaskan fungsi vital dibanding sistem reproduksi.
Kondisi ini sering disebut athletic amenorrhea atau berhentinya menstruasi akibat aktivitas fisik berlebihan.
Menopause Dini dan Faktor Usia
Memasuki usia akhir 30-an hingga 40-an, sebagian wanita mulai mengalami perubahan hormon alami menjelang menopause. Masa ini dikenal sebagai perimenopause.
Pada fase tersebut, menstruasi bisa datang lebih cepat, lebih lambat, atau tidak teratur. Meski lebih umum terjadi pada usia matang, menopause dini juga bisa muncul sebelum usia 40 tahun.
Faktor genetik, penyakit autoimun, hingga efek pengobatan tertentu dapat memengaruhi kondisi ini.