finnews.id – Menstruasi yang datang lebih lambat sering langsung dikaitkan dengan kehamilan. Padahal, siklus haid dapat berubah karena banyak faktor lain yang berkaitan dengan kondisi tubuh, hormon, hingga gaya hidup sehari-hari. Dalam beberapa kasus, telat menstruasi memang tidak berbahaya, tetapi kondisi ini juga bisa menjadi tanda tubuh sedang mengalami gangguan tertentu.

Siklus menstruasi normal umumnya berlangsung antara 21 hingga 35 hari. Jika datang bulan terlambat beberapa hari, hal itu masih dianggap wajar. Namun bila keterlambatan terjadi berulang atau disertai gejala lain, penting untuk memahami penyebabnya.

Stres Bisa Mengganggu Keseimbangan Hormon

Stres menjadi salah satu penyebab paling umum menstruasi terlambat. Saat seseorang mengalami tekanan emosional, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi. Kondisi ini dapat memengaruhi bagian otak yang mengatur hormon reproduksi.

Akibatnya, proses ovulasi dapat terganggu dan menstruasi menjadi mundur. Pada beberapa orang, stres berat bahkan dapat membuat haid berhenti sementara selama beberapa bulan.

Kurang tidur, kelelahan mental, tekanan pekerjaan, hingga masalah emosional berkepanjangan bisa menjadi pemicu utama ketidakseimbangan hormon tersebut.

Perubahan Berat Badan Mendadak

Berat badan yang naik atau turun drastis juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Tubuh membutuhkan keseimbangan lemak tertentu untuk memproduksi hormon estrogen secara normal.

Diet ekstrem, olahraga berlebihan, atau gangguan makan seperti anoreksia dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi. Ketika itu terjadi, tubuh akan “menghemat” fungsi tertentu, termasuk sistem reproduksi.

Sebaliknya, obesitas juga dapat mengganggu hormon karena jaringan lemak memengaruhi produksi estrogen. Akibatnya, siklus haid menjadi tidak teratur atau lebih sering terlambat.

Sindrom Ovarium Polikistik atau PCOS

Salah satu gangguan hormon yang sering menyebabkan menstruasi tidak teratur adalah PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome. Kondisi ini terjadi ketika hormon reproduksi wanita mengalami ketidakseimbangan.

Penderita PCOS biasanya mengalami ovulasi yang jarang atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Karena itu, menstruasi dapat terlambat berbulan-bulan.

Selain telat haid, PCOS sering disertai gejala lain seperti: