Guna memuluskan kepindahan ini, Tottenham kabarnya mematok harga pas di angka 55 juta poundsterling atau sekitar 1,1 triliun rupiah.

Jika bicara murni soal kemampuan mengolah bola, sulit membantah bahwa Romero adalah salah satu bek terbaik di skuad The Lilywhites saat dalam kondisi prima. Ia memiliki keunggulan dalam hal agresivitas, jiwa kepemimpinan, dan kualitas teknis.

Catatan Disiplin yang Merusak Reputasi

Sayangnya, dalam sepak bola modern, ketersediaan di lapangan dan konsistensi adalah kunci.

Pada titik inilah Romero kerap menjadi titik lemah tim karena rentan cedera atau justru menjadi beban akibat ulahnya sendiri.

Selain masalah fisik, isu disiplin dan perilaku di luar lapangan terus membayangi kariernya di Spurs.

Romero tercatat pernah melempar kritik terbuka kepada manajemen klub, mengunggah konten kontroversial di media sosial yang menyasar figur senior, hingga yang terbaru menyangkut ego perjalanannya ke Amerika Selatan.

Rekor disiplinnya di lapangan hijau juga sangat merah; pemain berusia 28 tahun ini telah mengantongi enam kartu merah sejak awal musim 2021/2022, catatan paling buruk dibanding pemain mana pun di Liga Utama Inggris pada periode yang sama.

Awal dari Revolusi Total Spurs

Romero jelas masih punya potensi besar dan diprediksi bakal langsung bersinar jika bermain di bawah asuhan Simeone di Atletico, mengingat gaya main klub Spanyol itu yang dikenal spartan dan provokatif.

Namun bagi Tottenham Hotspur, momen ini bisa menjadi titik balik. Uang segar hasil penjualan Romero dinilai jauh lebih berguna untuk ditanamkan kembali ke beberapa sektor krusial, daripada mempertahankan pemain yang sarat drama cedera dan tindakan indisipliner.

Ditambah dengan ketidakpastian masa depan Micky van de Ven serta rencana perombakan lini belakang secara masif, proyek pembersihan skuad ala De Zerbi tampaknya akan dimulai dengan mendepak salah satu bintang paling berpengaruh di ruang ganti mereka.