finnews.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan besar antara Amerika Serikat dan Iran kini telah “sebagian besar dinegosiasikan” dan tinggal menunggu finalisasi. Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah.
Trump menyebut salah satu poin penting dalam kesepakatan itu adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi pusat perhatian dunia karena berpengaruh besar terhadap distribusi minyak global.
Melalui unggahan di media sosialnya, Trump mengatakan bahwa rincian akhir dari kesepakatan damai masih terus dibahas dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Kesepakatan telah sebagian besar dinegosiasikan, tinggal finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lainnya,” tulis Trump.
Selat Hormuz Jadi Sorotan Global
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Jalur laut sempit tersebut menjadi penghubung utama ekspor minyak dari kawasan Teluk menuju pasar internasional. Ketegangan yang terjadi di kawasan itu sebelumnya sempat memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas harga energi dunia.
Trump menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi bagian dari upaya perdamaian yang tengah dinegosiasikan bersama Iran dan sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah.
Selain Iran dan Amerika Serikat, Trump juga menyebut telah berbicara dengan pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan beberapa negara lain terkait memorandum perdamaian tersebut.
Iran Akui Ada Kemajuan Negosiasi
Dari pihak Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei mengakui bahwa posisi Iran dan Amerika Serikat memang mulai menunjukkan titik temu dalam beberapa hari terakhir.
Namun Baqaei menegaskan bahwa masih ada sejumlah isu penting yang belum mencapai kesepakatan final. Ia juga menuding Washington beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan selama proses negosiasi berlangsung.
Meski demikian, perkembangan terbaru ini dinilai menjadi sinyal positif setelah hubungan kedua negara mengalami ketegangan panjang selama bertahun-tahun.