Rekor tandang mereka ke Stadion Franchi juga buruk, dengan hanya mengemas dua kemenangan dari 24 kunjungan terakhir.
Namun, skuad berjuluk Sang Dewi (La Dea) ini datang dengan modal kemenangan 2-0 pada pertemuan pertama November lalu.
Atalanta kini mengusung misi besar untuk menyapu bersih dua pertemuan liga (double) atas Fiorentina demi mengulang sejarah yang baru sekali mereka lakukan di abad ini.
Perjalanan Atalanta musim ini hampir serupa dengan Fiorentina. Sempat terdampar di papan tengah bawah, kehadiran Raffaele Palladino sebagai juru taktik baru sukses memicu kebangkitan tim asal Bergamo ini hingga akhirnya berhasil menembus zona Eropa.
Meski kalah 0-1 dari Bologna pekan lalu, posisi Atalanta di Liga Konferensi Eropa musim depan sudah aman.
Catatan ini memperpanjang dominasi mereka di kompetisi benua biru, di mana Nerazzurri hanya sekali gagal menembus Eropa dalam satu dekade terakhir.
Sama seperti Vanoli, masa depan jangka panjang Palladino juga masih abu-abu. Namun, kembali ke Firenze, tempat di mana ia membawa Fiorentina finis di peringkat keenam musim lalu, pasti memberikan motivasi ekstra bagi Palladino untuk membuktikan kualitasnya.
Badai Cedera dan Rotasi Pemain
Menjelang laga, lini depan Fiorentina dipastikan pincang. Striker utama, Moise Kean, masih dibekap cedera tulang kering sejak awal April dan kemungkinan besar absen untuk sembilan laga beruntun.
Posisi Kean akan digantikan oleh Roberto Piccoli. Selain itu, penyerang sayap Fabiano Parisi juga absen akibat cedera lutut pada laga sebelumnya.
Di lini belakang, Luca Ranieri harus menjalani sanksi kartu merah saat melawan Juventus.
Posisi bek tengah yang ditinggalkannya kemungkinan akan diisi oleh Daniele Rugani atau Pietro Comuzzo.
Sementara itu di kubu tim tamu, ketajaman lini tengah Fiorentina yang dimotori Mandragora (7 gol) akan menguji lini pertahanan Atalanta.
Di lini serang, Atalanta bertumpu pada Gianluca Scamacca dan Nikola Krstovic yang masing-masing sudah mengoleksi 10 gol, di mana Krstovic sangat tajam saat laga tandang dengan sumbangan delapan gol.
Atalanta kehilangan Odilon Kossounou dan Lorenzo
Bernasconi karena cedera, namun mereka mendapat suntikan tenaga di lini belakang seiring kembalinya bek Swedia, Isak Hien, dari masa skorsing.