finnews.id – Max Verstappen mulai menunjukkan perubahan sikap terhadap masa depannya di Formula 1. Setelah beberapa bulan terakhir terdengar frustrasi dengan arah regulasi baru, juara dunia empat kali itu kini memberi sinyal lebih positif usai muncul proposal revisi mesin untuk musim 2027.
Pembalap Red Bull tersebut sebelumnya sempat mengejutkan paddock F1 ketika mengaku mempertimbangkan hengkang lebih cepat dari olahraga ini. Verstappen merasa regulasi mesin terbaru membuat karakter Formula 1 menjauh dari identitas yang selama ini ia sukai.
Namun situasi mulai berubah menjelang Grand Prix Kanada 2026. FIA dan para pabrikan disebut tengah membahas revisi distribusi tenaga mesin hybrid yang dinilai lebih realistis dan lebih nyaman untuk balapan.
Perubahan itu membuat Verstappen mulai kembali optimistis.
Proposal Mesin 2027 Dianggap Lebih Masuk Akal
Salah satu poin utama dalam proposal baru adalah perubahan pembagian tenaga antara mesin pembakaran internal dan sistem listrik. Regulasi sebelumnya dianggap terlalu bergantung pada tenaga listrik, sesuatu yang beberapa kali dikritik Verstappen secara terbuka.
Dalam proposal terbaru, distribusi tenaga disebut akan bergeser mendekati rasio 60:40. Skema itu dianggap mampu membuat karakter mobil F1 kembali lebih natural dan kompetitif.
Verstappen bahkan menyebut arah baru tersebut sebagai sesuatu yang memang dibutuhkan Formula 1.
Ia mengatakan perubahan itu merupakan “minimum yang ia harapkan” agar olahraga ini tetap menarik untuk dikendarai.
Komentar tersebut langsung memicu spekulasi bahwa Verstappen kini lebih terbuka untuk bertahan lebih lama di F1 bersama Red Bull.
Ancaman Pensiun Dini Mulai Menghilang
Beberapa bulan lalu, Verstappen menjadi salah satu pembalap paling vokal dalam mengkritik regulasi baru. Ia beberapa kali menyindir arah pengembangan F1 modern dan mengaku tidak menikmati perubahan karakter mobil.
Bahkan setelah GP Jepang awal musim ini, Verstappen sempat mengungkapkan kemungkinan meninggalkan F1 lebih cepat apabila regulasi baru justru merusak kualitas balapan.
Situasi itu memunculkan rumor bahwa sang pembalap mulai kehilangan motivasi di Formula 1 dan lebih tertarik menjajal dunia balap lain seperti GT dan endurance racing.
Namun pernyataan terbarunya memberi gambaran berbeda.
Verstappen menegaskan bahwa yang paling penting baginya bukan sekadar memiliki mobil tercepat, melainkan kualitas produk Formula 1 itu sendiri.
Menurutnya, jika regulasi baru bisa membuat pengalaman membalap kembali menyenangkan, maka keinginannya untuk terus berada di F1 juga akan meningkat.