finnews.id – Christian Horner kembali menjadi sorotan setelah namanya dikaitkan dengan proyek ambisius BYD untuk masuk ke Formula 1. Mantan bos Red Bull Racing itu disebut mulai menjajaki peluang kembali ke paddock F1 setelah masa non-compete dalam kontraknya resmi berakhir.
Laporan terbaru menyebut BYD, produsen kendaraan listrik asal China yang sedang berkembang pesat di pasar global, tengah mempertimbangkan dua opsi besar untuk bergabung ke Formula 1. Salah satunya adalah membangun tim baru sebagai peserta ke-12, sementara opsi lain adalah mengambil alih penuh tim yang sudah ada di grid.
Christian Horner Mulai Susun Jalan Kembali ke Formula 1
Setelah keluar dari Red Bull pada pertengahan musim 2025, Horner belum lagi terlibat langsung di dunia Formula 1. Namun dalam beberapa bulan terakhir, ia beberapa kali terlihat menghadiri berbagai ajang motorsport, mulai dari MotoGP di Jerez hingga Formula E di Monaco.
Kehadirannya di sejumlah event balap internasional memunculkan spekulasi bahwa Horner sedang membangun koneksi untuk proyek baru. Situasi semakin memanas ketika muncul kabar bahwa ia telah melakukan pembicaraan dengan BYD terkait potensi keterlibatan mereka di Formula 1.
Horner sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan peluang membeli sebagian saham Alpine. Akan tetapi, rumor itu mulai mereda setelah Mercedes dikabarkan ikut masuk dalam pembahasan investasi di tim asal Prancis tersebut.
Kini fokus perhatian mengarah ke BYD, yang dinilai memiliki kekuatan finansial besar dan ambisi global yang sejalan dengan perkembangan Formula 1 modern.
BYD Mulai Melirik Formula 1 sebagai Panggung Teknologi
BYD dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu produsen kendaraan listrik terbesar di dunia. Dominasi mereka di pasar China dan ekspansi global membuat nama perusahaan ini semakin diperhitungkan di industri otomotif internasional.
Formula 1 dinilai menjadi panggung ideal bagi BYD untuk memperkuat citra teknologi dan performa mereka di mata dunia. Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, bahkan secara terbuka mengakui ketertarikan perusahaan terhadap F1.
Ia menyebut Formula 1 bukan hanya soal balapan, tetapi juga tentang budaya, mimpi, dan inovasi teknologi.
Pernyataan itu memperkuat spekulasi bahwa pembicaraan internal mengenai kemungkinan masuk ke F1 memang sedang berlangsung. Terlebih lagi, Formula 1 saat ini sedang menikmati pertumbuhan popularitas yang luar biasa di berbagai negara.
Masuknya merek besar seperti Honda, Audi, dan Ford dalam proyek terbaru Formula 1 juga menunjukkan bahwa ajang ini semakin menarik bagi pabrikan otomotif global.