finnews.id – MotoGP Catalunya 2026 berubah menjadi akhir pekan penuh kontroversi setelah dua kecelakaan besar memicu kritik terhadap keputusan race direction. Banyak pembalap mulai mempertanyakan apakah balapan memang layak dilanjutkan setelah insiden serius yang melibatkan sejumlah rider papan atas.
Sorotan utama tertuju pada keputusan penyelenggara untuk melakukan restart kedua meski kondisi balapan baru saja dihantam dua crash besar dalam waktu singkat. Perdebatan mengenai keselamatan rider pun kembali memanas di paddock MotoGP.
Dua Insiden Besar Guncang Catalunya
Drama pertama terjadi pada lap ke-12 ketika motor KTM milik Pedro Acosta mendadak kehilangan tenaga di lintasan lurus belakang. Situasi tersebut memicu kecelakaan hebat yang melibatkan Alex Marquez.
Pembalap Gresini Ducati itu mengalami patah tulang akibat benturan keras dan langsung mendapat penanganan medis. Alex Marquez kemudian dilaporkan sukses menjalani operasi sebelum dipulangkan untuk menjalani pemulihan lebih lanjut.
Race direction memutuskan mengibarkan red flag dan menghentikan balapan. Namun keputusan kontroversial muncul ketika MotoGP memilih melakukan restart dengan format 13 lap.
Belum lama restart pertama berlangsung, kecelakaan besar kembali terjadi di tikungan pertama. Johann Zarco bertabrakan dengan Pecco Bagnaia dan Luca Marini dalam insiden yang langsung memicu red flag kedua.
Meski Zarco disebut hanya mengalami cedera ringan, banyak rider merasa situasi balapan sudah terlalu berbahaya untuk diteruskan.
Jorge Martin dan Acosta Mulai Bersuara
Sejumlah pembalap akhirnya mulai terbuka mempertanyakan keputusan penyelenggara. Jorge Martin dan Pedro Acosta termasuk rider yang menilai restart kedua seharusnya tidak dilakukan.
Mereka menganggap keselamatan pembalap perlu menjadi prioritas utama dibanding memaksakan balapan tetap berjalan. Apalagi dua kecelakaan besar terjadi dalam kondisi tekanan tinggi dan konsentrasi rider yang terganggu.
Perdebatan ini semakin besar karena MotoGP selama bertahun-tahun dikenal memiliki mentalitas “show must go on”. Banyak pihak menilai pendekatan tersebut kini mulai dipertanyakan seiring meningkatnya risiko pada motor MotoGP modern yang semakin cepat dan agresif.
Balapan terakhir yang benar-benar dibatalkan akibat insiden fatal terjadi pada MotoGP Sepang 2011 setelah tragedi Marco Simoncelli. Sejak saat itu, MotoGP hampir selalu berusaha melanjutkan balapan meski situasi di lintasan sangat berat.