Uganda Ikut Terdampak
Pemerintah Uganda mengonfirmasi setidaknya satu korban meninggal dunia terkait wabah Ebola yang berasal dari Kongo. Kasus lintas negara ini meningkatkan kekhawatiran internasional karena mobilitas warga di perbatasan Afrika Tengah tergolong sangat tinggi.
Selain Uganda, beberapa kota besar di Kongo juga mulai melaporkan kasus, termasuk Goma dan Butembo di Provinsi Kivu Utara.
Goma menjadi perhatian serius karena kota tersebut merupakan pusat perdagangan besar dengan populasi padat dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Situasi semakin rumit karena sebagian wilayah berada di bawah pengaruh kelompok pemberontak bersenjata.
Fasilitas Kesehatan Dinilai Belum Siap
Warga di berbagai daerah mengeluhkan lambatnya respons pemerintah dalam membangun pusat perawatan Ebola. Hingga beberapa hari setelah wabah diumumkan, sejumlah kota besar disebut belum memiliki pusat penanganan yang benar-benar siap beroperasi.
Di sisi lain, penerapan protokol kesehatan juga dinilai masih lemah. Banyak warga belum memakai masker, masih berjabat tangan, dan tetap beraktivitas normal di ruang publik.
Sebagian masyarakat mengaku kesulitan mengikuti aturan kesehatan karena tekanan ekonomi yang berat.
Konflik berkepanjangan di wilayah timur Kongo juga memperburuk kondisi. Banyak fasilitas kesehatan rusak, tenaga medis terbatas, dan ratusan ribu warga hidup dalam pengungsian akibat konflik bersenjata.
Lembaga kemanusiaan internasional menyebut wabah Ebola kali ini datang di tengah situasi kemanusiaan yang sudah sangat rapuh.
Amerika Serikat dan WHO Mulai Bergerak
Amerika Serikat mengumumkan bantuan darurat senilai 13 juta dolar AS untuk mendukung penanganan wabah di Kongo dan Uganda. Bantuan tersebut difokuskan pada layanan kesehatan, pengawasan epidemiologi, dan perlindungan tenaga medis.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC juga mengungkap adanya warga negara Amerika yang terinfeksi saat bekerja di rumah sakit wilayah Ituri.
Sementara itu, WHO terus mendorong penguatan pelacakan kontak, isolasi pasien, serta edukasi masyarakat untuk menekan penyebaran virus.