Finnews.id – LIFESTYLE Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru saja selesai melakukan puncak acara kirab budaya milangkala tatar sunda mahkota binokasih pada Sabtu (16/5/2026) di Kota Bandung. Pria yang akrab disapa KDM ini berniat memberikan dukungan penuh terhadap penyusunan kajian akademik yang komprehensif terkait Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sang Hyang Pake.
Ia menyebutkan bahwa naskah ilmiah terkait Mahkota Binokasih tersebut sangat krusial untuk mengubah stigma mistis di masyarakat menjadi pemahaman sejarah yang rasional.
Hal itu ditegaskan KDM dalam Diskusi Kecagarbudayaan bertajuk Prasasti Batu Tulis dan Makuta Binokasih Sanghyang Pake yang digelar di Museum Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (14/5/2026). “Jadi Batutulis nanti harus ada buku akademiknya, memberikan kajian secara komprehensif, dimulai dari tanggal pembuatan, bahan pembuatan, siapa yang membuat, apa arti tulisannya, dan nanti kemudian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake juga sama,” ujar KDM dilansir finnews.id dari laman Jabarprov, Senin (18/5/2026).
Lebih dari sekadar arsip, KDM memproyeksikan naskah akademik ini sebagai cetak biru masa depan Jawa Barat. Nilai-nilai sejarah tersebut akan dijadikan landasan dalam merumuskan kebijakan tata ruang, tata bangunan, hingga tata kelola pendidikan dan kesehatan agar tercipta keselarasan antara masa lalu dan masa depan.
Meskipun banyak peninggalan yang sirna, kemegahan Pajajaran masih tercermin utuh pada Mahkota Binokasih yang selama ini dirawat oleh Keraton Sumedang Larang. Merujuk naskah kuno Carita Parahyangan, mahkota emas ini awalnya dibuat di Kerajaan Galuh sebagai simbol legitimasi kekuasaan.
Ahli Arkeometalurgi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Harry Octavianus Sofian memaparkan analisis mendalam bahwa desain Mahkota Binokasih mengadopsi konsep Kosmologi Tritangtu yakni tiga unsur hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
1. Bagian Atas (Rama/Pemimpin Spiritual): Berbentuk stupa dengan ornamen bunga teratai, melambangkan kelompok rohaniawan yang memancarkan kebijaksanaan, nilai adat, dan keindahan budi pekerti yang bermanfaat bagi orang banyak.