Fitur-fitur tersebut dinilai dapat mendukung kebutuhan komunikasi bisnis modern sekaligus mempercepat proses pembuatan konten perusahaan.
Dengan kemampuan tersebut, Libra diharapkan mampu mengurangi hambatan administratif yang selama ini sering menghambat proses kerja di perusahaan.
Di sisi lain, sistem AI itu juga dirancang agar pengambilan keputusan bisnis bisa dilakukan lebih cepat melalui akses informasi yang lebih efisien.
Senior Solutions Manager China Mobile JiuTian Company, Patrick Hu, menjelaskan bahwa Libra dibangun dengan fokus utama pada kebutuhan perusahaan skala besar.
Karena itu, platform AI tersebut mengutamakan stabilitas sistem, keamanan data, dan skalabilitas tinggi agar dapat digunakan secara optimal oleh berbagai sektor industri.
Menurut Patrick, kebutuhan AI di lingkungan korporasi berbeda dengan penggunaan AI untuk individu. Perusahaan membutuhkan infrastruktur yang lebih kuat, aman, dan mampu menangani data dalam jumlah besar tanpa mengganggu operasional bisnis.
“Libra berfokus pada penyediaan infrastruktur skala perusahaan yang kuat dan memastikan pengguna korporat mendapatkan stabilitas, skalabilitas, dan keamanan tinggi,” kata Patrick.
Kolaborasi antara Sinar Mas dan China Mobile ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah. Kepala Biro Data dan Informasi Dewan Pertimbangan Presiden, M. Arfan Sahib Sali Kando, menilai Libra menjadi salah satu inovasi yang sejalan dengan agenda percepatan transformasi digital nasional.
Ia menekankan bahwa pengembangan teknologi AI tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan pelaku teknologi agar inovasi digital dapat berkembang lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Kehadiran Libra sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi AI mulai menjadi bagian penting dalam strategi bisnis perusahaan modern. Saat ini, banyak perusahaan mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat analisis data, hingga memperkuat layanan pelanggan.