Home Internasional Harga Avtur Naik, Industri Penerbangan Dunia Mulai Waspada
Internasional

Harga Avtur Naik, Industri Penerbangan Dunia Mulai Waspada

Bagikan
Penerbangan, Image: Bilaleldaou / Pixabay
Bagikan

Dampak terhadap Ekonomi dan Pariwisata

Industri penerbangan memegang peranan penting dalam pergerakan ekonomi global. Jutaan penumpang dan barang setiap hari bergantung pada kelancaran transportasi udara. Karena itu, kenaikan harga avtur dapat berdampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi.

Negara-negara yang bergantung pada sektor pariwisata diperkirakan menjadi pihak yang paling sensitif terhadap kenaikan biaya penerbangan. Harga tiket yang lebih mahal berpotensi mengurangi jumlah wisatawan internasional dan menekan aktivitas ekonomi lokal.

Selain itu, distribusi barang bernilai tinggi yang menggunakan jalur udara juga dapat mengalami kenaikan biaya logistik. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga produk tertentu di pasar internasional.

Ekonom dari Nigeria, Dumebi Oluwole, menilai negara berkembang akan menghadapi tekanan lebih besar karena banyak maskapai di kawasan tersebut memiliki ketahanan finansial yang terbatas. Jika harga avtur terus meningkat, beberapa operator penerbangan kecil berisiko mengalami tekanan operasional berat.

Alternatif Energi Mulai Dilirik

Di tengah kekhawatiran terhadap pasokan avtur, sejumlah negara dan perusahaan mulai mempercepat pengembangan bahan bakar alternatif untuk penerbangan. Sustainable Aviation Fuel atau SAF menjadi salah satu solusi yang kini semakin banyak dibahas dalam industri aviasi.

SAF diproduksi dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti limbah organik, minyak nabati, atau biomassa tertentu. Selain membantu mengurangi emisi karbon, bahan bakar ini juga dianggap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan minyak konvensional.

Namun, penggunaan SAF masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait kapasitas produksi dan biaya yang relatif tinggi dibanding avtur biasa. Karena itu, dalam jangka pendek, dunia masih sangat bergantung pada stabilitas pasokan bahan bakar penerbangan konvensional.

Profesor aeronautika dari Purdue University, Li Qiao, menyebut inovasi energi penerbangan memang berkembang cepat, tetapi transisi penuh menuju bahan bakar alternatif masih membutuhkan waktu panjang dan investasi besar.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Pesawat Frontier Airlines Hantam Penyusup di Runway Denver saat Lepas Landas

Runway Jadi Area Paling Berbahaya di Bandara Insiden ini kembali memunculkan perhatian...

Internasional

Rusia dan Ukraina Mulai Proses Pertukaran 1.000 Tawanan Perang

Dunia Internasional Terus Memantau Perkembangan terbaru ini terus dipantau negara-negara Barat maupun...

Internasional

Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar, WHO Tegaskan Bukan COVID Baru

Apa Itu Hantavirus? Hantavirus merupakan penyakit yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat,...

Internasional

Laporan CIA Ungkap Kemampuan Iran Bertahan dari Blokade AS hingga 4 Bulan Lagi!

Sanksi Baru dan Tekanan Terhadap Sekutu Iran Sambil menunggu jalur diplomasi, Departemen...