Kebijakan ini menjadi penopang penting bagi masyarakat di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Stabilitas harga subsidi membantu menjaga daya beli, terutama untuk kelompok pengguna harian.
Penyesuaian Mengacu Aturan Resmi Pemerintah
Pertamina menegaskan bahwa perubahan harga ini mengacu pada kebijakan pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Aturan tersebut merupakan perubahan dari Kepmen sebelumnya yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU.
Dengan adanya formula ini, harga BBM mengikuti dinamika pasar dan komponen biaya yang berlaku, sehingga penyesuaian dapat terjadi secara berkala.
Daftar Harga BBM Pertamina per 4 Mei 2026
BBM Nonsubsidi:
Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.900 per liter
Dexlite (CN 51): Rp26.000 per liter
Pertamina Dex (CN 53): Rp27.900 per liter
Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter
BBM Subsidi dan Penugasan:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Kenaikan Harga BBM Jadi Sinyal Baru
Kenaikan harga BBM nonsubsidi pada awal Mei ini menjadi sinyal bahwa pasar energi masih bergerak dinamis. Pengguna kendaraan, pelaku usaha, hingga sektor logistik perlu menyesuaikan strategi pengeluaran mereka.
Dengan kondisi seperti ini, masyarakat disarankan untuk lebih cermat memilih jenis bahan bakar sesuai kebutuhan dan anggaran.
Ke depan, pergerakan harga BBM diperkirakan masih akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk kebijakan pemerintah dan kondisi pasar energi global. (*)