Namun, tekanan datang dari lembaga lain. :contentReference[oaicite:3]{index=3} sebelumnya telah menurunkan prospek Indonesia menjadi negatif. Alasan utamanya adalah meningkatnya ketidakpastian serta melemahnya kredibilitas kebijakan.
Hal serupa juga dilakukan :contentReference[oaicite:4]{index=4} yang sejak Februari lalu mengubah prospek Indonesia menjadi negatif karena kekhawatiran terhadap tata kelola keuangan negara.
Investor Menanti Langkah Nyata
Dengan kondisi ini, pasar kini menunggu langkah konkret pemerintah dalam memperkuat bantalan fiskal. Keputusan-keputusan strategis dalam pengelolaan anggaran dan penerimaan negara akan menjadi penentu kepercayaan investor.
Jika mitigasi berjalan efektif, Indonesia masih punya peluang mempertahankan peringkatnya. Namun jika tekanan global semakin dalam dan respons fiskal melemah, risiko penurunan peringkat bisa menjadi kenyataan. (*)
- alasan Fitch dan Moody's turunkan prospek Indonesia
- bagaimana pemerintah menjaga stabilitas fiskal Indonesia
- bantalan fiskal
- dampak konflik Iran terhadap ekonomi Indonesia
- ekonomi Indonesia
- Fitch Ratings
- Headline
- kebijakan fiskal
- kondisi ekonomi Indonesia di tengah konflik global
- Konflik Iran
- Moody's
- pasar global
- pengaruh fiskal terhadap rating kredit negara
- peringkat kredit Indonesia
- peringkat kredit Indonesia terbaru menurut S&P Global Ratings
- prospek negatif
- risiko penurunan peringkat kredit Indonesia 2026
- S&P Global Ratings
- strategi pemerintah menjaga bantalan fiskal Indonesia