Home Market Peringkat Kredit RI di Ujung Tanduk? S&P  Soroti Bantalan Fiskal di Tengah Konflik Iran
Market

Peringkat Kredit RI di Ujung Tanduk? S&P  Soroti Bantalan Fiskal di Tengah Konflik Iran

Bagikan
S&P nilai peringkat kredit RI bergantung pada kekuatan fiskal hadapi dampak konflik Iran dan tekanan global.
S&P nilai peringkat kredit RI bergantung pada kekuatan fiskal hadapi dampak konflik Iran dan tekanan global.
Bagikan

finnews.id – Peringkat kredit Indonesia kini jadi sorotan di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. S&P menegaskan bahwa masa depan rating Indonesia sangat bergantung pada kekuatan bantalan fiskal pemerintah untuk menahan dampak perang, khususnya konflik yang melibatkan AS dan Iran.

Bantalan Fiskal Jadi Penentu Arah Peringkat

Dalam sebuah webinar, S&P menyampaikan bahwa kondisi fiskal Indonesia saat ini tergolong tipis jika dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya. Kondisi ini membuat ekonomi nasional lebih rentan terhadap guncangan eksternal.

Meski demikian, S&P belum mengambil langkah negatif terhadap peringkat maupun prospek Indonesia. Lembaga tersebut masih melihat adanya upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah untuk meredam tekanan dari konflik global.

Strategi Pemerintah: Pangkas Anggaran hingga Dorong Ekspor

S&P mencatat sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas. Salah satunya melalui pemangkasan anggaran, termasuk pada program makan gratis.

Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas untuk meningkatkan penerimaan ekspor. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi fiskal sekaligus menahan tekanan terhadap perekonomian.

Namun, tantangan tetap muncul. S&P melihat rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan negara meningkat. Hal ini terjadi akibat melemahnya penerimaan pemerintah, yang berpotensi menekan ruang fiskal ke depan.

Ancaman Konflik Berkepanjangan

S&P menilai dampak besar terhadap peringkat kredit baru akan terasa jika konflik Timur Tengah berlangsung dalam jangka panjang. Selama tekanan masih bisa dikelola, ekonomi Indonesia dinilai masih mampu bertahan.

Artinya, arah kebijakan fiskal dan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas menjadi faktor krusial dalam menentukan langkah berikutnya.

Peringkat Masih Stabil, Tapi Tekanan Datang dari Lembaga Lain

Pada pemeringkatan terakhir Juli tahun lalu, S&P mempertahankan rating Indonesia di level BBB/A-2 dengan prospek stabil. Hingga saat ini, S&P juga belum mengumumkan tinjauan tahunan terbaru.

Bagikan
Artikel Terkait
Harga minyak jatuh setelah sentuh level tertinggi 4 tahun. Konflik Iran-AS dan risiko Selat Hormuz picu volatilitas pasar.
Market

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun, Konflik Iran-AS Bikin Pasar Deg-degan

finnews.id – Harga minyak dunia bergerak liar dan bikin pelaku pasar waspada....

Market

Netomi Amankan Pendanaan Seri C Senilai USD110 Juta untuk Ekspansi AI Layanan Pelanggan

finnews.id — Kabar membanggakan datang dari dunia teknologi global. Startup layanan pelanggan...

Market

Meta Platforms Target Raup USD25 Miliar dari Obligasi: Siap Jor-joran Investasi AI!

finnews.id — Meta Platforms berencana menjual obligasi berkualitas investasi senilai antara $20 miliar...

WIKA catat margin operasi 9,1% dan utang turun Rp2,97 triliun di kuartal I-2026. Transformasi mulai tunjukkan hasil positif.
Market

WIKA Tancap Gas! Margin Operasi Naik 9,1 Persen, Utang Turun Triliunan di Kuartal I-2026

finnews.id — Kinerja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mulai menunjukkan sinyal...