Analis Citi melihat tekanan jual masih berlanjut dalam jangka pendek, terutama karena ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, emas tetap dipandang sebagai aset safe-haven yang menarik.
Citi memproyeksikan harga emas berada di kisaran USD4.300 dalam tiga bulan ke depan. Bahkan, dalam enam hingga dua belas bulan, harga berpotensi menembus USD5.000 per ons.
Permintaan Global dan Logam Mulia Lain Ikut Menguat
Dari sisi permintaan, India meningkatkan porsi emas dalam cadangan devisanya menjadi 16,7 persen pada akhir Maret. Langkah ini menunjukkan peran emas semakin penting dalam strategi diversifikasi aset negara.
Tak hanya emas, logam mulia lainnya juga mencatatkan kenaikan signifikan. Harga perak spot melonjak hampir 3 persen menjadi USD73,59 per ons. Platinum naik 5,3 persen ke USD1.980,13, sementara paladium menguat 4,9 persen ke USD1.529,45 per ons.
Kondisi ini menegaskan bahwa pasar logam mulia masih menjadi perhatian investor global, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. (*)
- alasan investor beli emas saat dolar melemah
- dampak suku bunga terhadap harga emas global
- Dolar AS
- emas dunia
- Harga Emas
- harga emas hari ini naik karena dolar melemah
- harga minyak
- Headline
- hubungan inflasi dan harga emas dunia
- Inflasi Global
- Konflik Iran
- Logam Mulia
- pasar global
- pengaruh konflik Iran terhadap pasar emas
- penyebab harga emas turun bulanan April
- prediksi harga emas jangka panjang safe haven
- prospek harga emas 2026 menurut analis
- safe haven
- Suku Bunga The Fed