finnews.id – Aktivitas menyelam di Taman Nasional Komodo kini memiliki aturan baru, wisatawan yang melakukan diving dibatasi hanya selama 20 menit di setiap lokasi penyelaman.
Setelah durasi tersebut habis, penyelam diwajibkan naik ke permukaan dan memberikan kesempatan kepada wisatawan lain dari kapal berbeda untuk menikmati spot yang sama.
“Selang waktu antar penyelam (tiap kapal) 20 menit. Intervalnya 20 menit,” kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga,
Menurutnya, sistem ini diterapkan untuk menghindari kepadatan di satu titik penyelaman.
Kebijakan pembatasan waktu ini khusus berlaku untuk aktivitas diving, smentara itu, kegiatan lain seperti snorkeling tetap bisa dilakukan tanpa batasan durasi yang sama.
Alasan Pembatasan Diving
Pengaturan waktu ini bukan tanpa alasan, salah satu tujuan utamanya adalah menjaga kelestarian terumbu karang dari potensi kerusakan akibat terlalu banyak penyelam dalam satu waktu.
Selain itu, pembatasan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan selama menikmati keindahan bawah laut.
Sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia, kawasan ini memang terkenal memiliki banyak lokasi diving dan snorkeling yang menawan.
Pembagian Spot Diving di Komodo
Perlu diketahui, aktivitas wisata bahari menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan berkunjung ke TN Komodo.
“Total ada 42 dive site atau biasa disebut dengan istilah north, central dan south. Namun, tidak semua lokasi diving dapat dilakukan snorkeling karena beberapa lokasi memiliki arus yang sangat kencang,” kata Penanggung Jawab Divisi Marine BTNK, Ande Kefi.
Area penyelaman di kawasan ini terbagi menjadi tiga wilayah utama, masing-masing dengan karakteristik yang berbeda.
1. Wilayah Utara (North), beberapa spot terkenal di area ini antara lain Cristal Rock, Castle Rock, Light House, Shot Gun, Coldron, dan Chines Soup.
2. Wilayah Tengah (Central), Di bagian ini terdapat Karang Makasar, Batu Bolong, Tatawa Besar, Tatawa Kecil, Siaba Besar, Siaba Kecil, Mawan, Polis Poin, Mangiatan, Bongsai Island, serta Waenilu.