Sebelumnya, inflasi Maret tercatat melambat ke 3,48 persen. Namun, risiko kenaikan masih terbuka seiring tingginya harga minyak dunia.
Di sisi lain, surplus perdagangan Februari berada di bawah ekspektasi akibat lonjakan impor, yang memicu kekhawatiran terhadap keseimbangan eksternal Indonesia.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga melemah ke level Rp17.324 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.245 per dolar AS.
Pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi faktor global, mulai dari penguatan dolar AS hingga ketegangan geopolitik. Meski fundamental ekonomi domestik tetap kuat, tekanan eksternal diperkirakan masih akan membayangi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.