Home Emas Harga Emas Tergelincir Saat Perang Memanas, Sinyal The Fed Bikin Investor Siaga Penuh
Emas

Harga Emas Tergelincir Saat Perang Memanas, Sinyal The Fed Bikin Investor Siaga Penuh

Bagikan
Harga emas turun saat konflik AS-Iran dan lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi. Investor menanti sinyal The Fed dan arah suku bunga global.
Ilustrasi - Emas Batangan (Pexels - Zlaťáky.cz)
Bagikan

Di tengah inflasi yang disebut mencapai dua kali lipat target, ruang The Fed memangkas suku bunga terlihat semakin sempit. Ini menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti instrumen berbunga.

Saat suku bunga tinggi bertahan, biaya peluang memegang emas ikut naik. Investor pun cenderung beralih ke aset yang memberikan return lebih menarik.

Inilah yang membuat harga emas justru melemah meski konflik geopolitik meningkat—sebuah dinamika yang menunjukkan pasar kini lebih sensitif terhadap kebijakan moneter dibanding ketegangan perang itu sendiri.

Investor Pantau Bank Sentral Global, Arah Pasar Bisa Berubah Cepat

Bukan hanya The Fed yang menjadi perhatian. Pekan ini, investor juga menyoroti rangkaian pertemuan bank sentral utama dunia untuk membaca arah kebijakan suku bunga ke depan.

Pasar menilai hasil pertemuan ini bisa menjadi katalis berikutnya bagi emas, dolar, hingga pasar komoditas secara luas.

Jika bank sentral memberi sinyal suku bunga tinggi lebih lama, tekanan terhadap emas bisa berlanjut. Namun jika risiko ekonomi global memburuk dan bank sentral melunak, emas berpotensi kembali menarik minat sebagai safe haven.

Untuk sementara, pasar memilih mode wait and see.

Bukan Cuma Emas, Logam Mulia Lain Juga Tertekan

Tekanan ternyata tidak hanya menghantam emas. Mayoritas logam mulia ikut melemah seiring investor mengurangi eksposur terhadap aset defensif.

Harga perak spot turun 0,5 persen ke US$75,26 per ons. Platinum melemah 1,1 persen menjadi US$1.989,13 per ons, sementara paladium merosot 1,3 persen ke US$1.476,58 per ons.

Penurunan serempak ini menunjukkan pasar komoditas mulia sedang berada dalam fase re-pricing, terutama setelah kombinasi perang, inflasi, dan suku bunga menciptakan ketidakpastian yang sulit dipetakan.

Pasar Emas Masuk Fase Krusial

Meski harga emas terkoreksi, pasar belum melihat tren bullish benar-benar selesai. Justru, volatilitas diperkirakan meningkat karena investor masih menimbang dua kekuatan besar: risiko geopolitik dan arah kebijakan moneter.

Bagikan
Artikel Terkait
Emas

Harga Emas Antam Selasa 28 April Naik ke Rp2.814.000 per Gram

Emas 25 gram: Rp68.962.000 Emas 50 gram: Rp137.845.000 Emas 100 gram: Rp275.612.000...

Proyeksi harga emas 2026 naik ke rekor baru didorong bank sentral, geopolitik dan ketidakpastian global, meski risiko koreksi masih membayangi.
Emas

Harga Emas 2026 Diproyeksi Tembus Rekor Baru, Bank Sentral Jadi Mesin Pendorong Utama

Setelah itu, harga justru terkoreksi sekitar 11% usai serangan Amerika Serikat dan...

Emas

Harga Emas Pegadaian Senin 27 April: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Stagnan

Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian (Senin, 27 April 2026) Berikut adalah...

Emas

Investasi Praktis: Cara Menabung Emas Digital di Pegadaian Hanya Lewat HP

Pembayaran: Lanjutkan ke proses pembayaran melalui berbagai metode yang tersedia, seperti transfer...