Untuk saat ini, harga CPO berada di persimpangan. Pelemahan ekspor, penguatan ringgit, dan tekanan pasar nabati menahan laju harga. Namun kenaikan minyak mentah dan prospek biodiesel memberi ruang bagi skenario pemulihan terbatas.

Pasar sawit pun kini menunggu, apakah level 4.500 ringgit menjadi titik balik atau justru awal tekanan baru. (*)