Tekan tombol “Cari Data”. Selanjutnya, sistem akan memproses permintaan dan menampilkan status kepesertaan Anda dalam berbagai program bansos, termasuk BLT Kesra.
2. Menggunakan Aplikasi Cek Bansos
Kemensos juga mengembangkan aplikasi berbasis ponsel pintar agar masyarakat memiliki akses yang lebih stabil dan personal.
Unduh aplikasi bernama “Cek Bansos” secara gratis melalui Google Play Store untuk pengguna Android atau App Store untuk pengguna iOS.
Buat akun pengguna baru dengan mengisi formulir registrasi yang memuat Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data diri sesuai KTP.
Sistem akan meminta Anda mengunggah foto KTP fisik dan foto swafoto (selfie) sambil memegang KTP untuk memverifikasi keaslian wajah dan identitas.
Setelah Kemensos mengaktifkan akun Anda, Anda bisa langsung masuk (login) ke beranda aplikasi.
Buka menu “Profil”. Pada halaman ini, aplikasi akan merinci status penerimaan bantuan sosial yang pemerintah alokasikan untuk keluarga Anda.
Memahami Kategori dan Sistem Desil DTSEN BPS
Selain memeriksa status penerima pada portal Kemensos, masyarakat juga wajib memahami posisi ekonomi keluarga mereka pada sistem pencatatan negara. Badan Pusat Statistik (BPS) merumuskan sistem desil yang terintegrasi secara langsung dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). BPS mengelompokkan penduduk Indonesia ke dalam 10 kategori desil berdasarkan tingkat kesejahteraan masing-masing keluarga. Sistem klasifikasi ini mempermudah pemerintah dalam mendistribusikan BLT Kesra Rp900 ribu agar benar-benar tepat sasaran.
BPS menetapkan sejumlah indikator penilaian yang sangat ketat untuk menentukan peringkat ini. Indikator tersebut meliputi total pendapatan rumah tangga setiap bulan, kondisi kelayakan tempat tinggal, jumlah kepemilikan aset berharga, kemudahan akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta total anggota keluarga yang menjadi tanggungan kepala keluarga. BPS membagi 10 kelompok desil tersebut dengan rincian sebagai berikut:
Desil 1: Kelompok sangat miskin (mengalami kemiskinan ekstrem).