Angka-angka ini membuktikan bahwa strategi pengelolaan pasar mikro dan fokus pada marjin tinggi benar-benar bekerja. SIG berhasil membalikkan keadaan di saat industri secara umum sedang berjuang melawan kelesuan permintaan.
Komitmen Pertumbuhan Berkelanjutan untuk Investor
Dengan disiplin dalam melakukan efisiensi dan jeli melihat peluang ekspor, SIG merasa berada pada jalur yang tepat. Transformasi yang dijalankan secara disiplin ini menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk tetap kokoh sebagai pemimpin pasar semen di Indonesia.
Bagi pelaku pasar modal, tren pemulihan volume penjualan yang dimulai sejak akhir 2025 hingga awal 2026 ini tentu menjadi kabar segar. Apakah momentum ini akan terus berlanjut di sepanjang tahun 2026? Kita tunggu saja gebrakan selanjutnya dari emiten berkode SMGR ini. (*)