Faktor-faktor yang menekan likuiditas global saat ini meliputi:
- Disrupsi Teknologi AI: Perubahan mendadak akibat adopsi kecerdasan buatan yang mengganggu model bisnis konvensional.
- Yield Obligasi Meroket: Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang memaksa biaya modal naik.
- Keperkasaan Dolar AS: Penguatan Greenback yang menekan mata uang negara lain dan menambah beban utang luar negeri.
- Ekspektasi Suku Bunga: Tekanan inflasi yang membandel memaksa bank sentral mengubah haluan kebijakan suku bunga menjadi lebih ketat.
Keretakan Aliansi Transatlantik dan Stabilitas NATO
Di sisi lain, perang ini juga membawa dampak politis yang berujung pada ketidakpastian ekonomi. Adanya perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan sekutu Eropanya terkait cara menangani konflik Iran dapat melemahkan hubungan transatlantik. Fitch menilai hal ini bisa mengancam stabilitas aliansi NATO, yang pada akhirnya akan semakin meningkatkan aversi risiko investor di pasar modal global.
Dengan kondisi pendanaan yang semakin tertekan, para pelaku industri harus mulai menyusun strategi bertahan. Penutupan Selat Hormuz yang sempat terjadi telah meninggalkan luka pada rantai pasok energi dunia. Jika jalur ini tidak segera pulih dan berfungsi normal secara penuh, bersiaplah menghadapi era harga energi mahal yang akan menguras kantong masyarakat global hingga akhir tahun nanti. (*)