Home Ekonomi Rupiah Melemah, Cicilan KPR Bakal Naik?
Ekonomi

Rupiah Melemah, Cicilan KPR Bakal Naik?

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kerap memicu kekhawatiran masyarakat, terutama bagi pemilik Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun, pada kondisi terbaru Rabu (15/4/2026), kenaikan cicilan KPR ternyata tidak terjadi secara langsung meskipun rupiah menyentuh level Rp17.135 per dolar AS.

Suku Bunga Jadi Faktor Utama Cicilan KPR

Kenaikan cicilan KPR pada dasarnya lebih dipengaruhi oleh suku bunga kredit dibandingkan pergerakan nilai tukar semata.

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menegaskan bahwa perubahan cicilan sangat bergantung pada fluktuasi bunga kredit.

Menurutnya, dampak pelemahan rupiah baru akan terasa jika kondisi tersebut mendorong kenaikan suku bunga.

“Kenaikan cicilan bergantung pada fluktuasi suku bunga. Jika dampak dari kenaikan kurs dolar membuat bunga kredit naik, maka cicilan kredit juga akan ikut meningkat,” jelas Trioksa.

Peran Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas

Dalam situasi rupiah melemah, Bank Indonesia (BI) biasanya mengambil langkah pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan. Tujuannya adalah menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi.

Namun, kebijakan ini berdampak pada meningkatnya biaya dana (cost of fund) bagi perbankan. Artinya, bank harus membayar lebih tinggi untuk menghimpun dana dari masyarakat, seperti melalui deposito dan tabungan.

Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan bunga kredit, termasuk KPR.

Dampak ke KPR Floating Tidak Instan

Pengamat perbankan Arianto Muditomo menilai bahwa pelemahan rupiah tidak serta-merta memengaruhi cicilan KPR, khususnya yang menggunakan skema bunga mengambang (floating).

Faktor internal seperti likuiditas perbankan dan kebijakan suku bunga acuan masih menjadi penentu utama.

Kenaikan bunga KPR biasanya baru terasa pada periode berikutnya jika:

  • Inflasi meningkat
  • Suku bunga acuan tetap tinggi
  • Tekanan ekonomi berlanjut

Perbankan Cenderung Tahan Kenaikan Agresif

Meski ada potensi kenaikan bunga, perbankan diperkirakan tidak akan langsung menaikkan cicilan secara agresif. Hal ini dilakukan untuk:

  • Menjaga daya beli masyarakat
  • Mempertahankan kualitas kredit
  • Menghindari risiko kredit macet

Pergerakan Terbaru Rupiah

Berdasarkan data pasar spot pada Rabu pagi (15/4/2026), rupiah dibuka di level Rp17.123 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,02% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.127 per dolar AS.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Rupiah menjadi mata uang paling lemah karena adanya tekanan ganda yang datang dari kenaikan harga minyak serta kondisi domestik
Ekonomi

Rupiah Lemas Hari ini, Obligasi Ikut Gerah

Finnews.id – EKONOMI  Rupiah kembali jatuh ke level terendah di sepanjang sejarah...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...