Mulai beralih ke kemasan alternatif lokal seperti besek bambu, kertas, atau bahan berbahan dasar singkong.
Mendesain ulang kemasan dengan mengurangi ketebalan tanpa merusak kualitas.
Menerapkan sistem “bawa wadah sendiri” dengan memberikan potongan harga kecil kepada konsumen.
Namun, beban ini tidak bisa dipikul sendiri oleh pengusaha. Wisnu mendesak pemerintah untuk hadir melalui kebijakan fiskal yang nyata, seperti pemberian insentif pajak atau penghapusan pajak impor bahan baku alternatif.
Pemerintah melalui BUMN juga diharapkan bisa melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga biji plastik domestik.
Terakhir, pendampingan dari dinas terkait sangat diperlukan. “Melalui dinas terkait, memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang cara mengelola keuangan dan strategi pricing di masa krisis energi,” pungkas Wisnu.



