Home Hukum & Kriminal Gawat! Pimpinan DPR Ahmad Sahroni Nyaris Kena Palak Utusan Palsu KPK, Pelaku Langsung Diciduk PMJ!
Hukum & Kriminal

Gawat! Pimpinan DPR Ahmad Sahroni Nyaris Kena Palak Utusan Palsu KPK, Pelaku Langsung Diciduk PMJ!

Bagikan
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni
Bagikan

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari Gedung Senayan! Anggota DPR RI yang juga dikenal sebagai “Crazy Rich Priok”, Ahmad Sahroni, baru saja mengalami insiden penipuan dan pemerasan yang bikin geleng-geleng kepala. Seorang perempuan nekat mencatut nama pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya demi mendapatkan uang ratusan juta rupiah secara instan. Beruntung, insting tajam Sahroni berhasil menggagalkan aksi kriminal ini sebelum uang rakyat raib begitu saja.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun bahwa komplotan penipu kini semakin berani masuk ke lingkaran kekuasaan. Tidak tanggung-tanggung, mereka menggunakan nama lembaga antirasuah paling disegani di negeri ini untuk menakut-nakuti atau memeras pejabat publik. Kamu harus tahu bagaimana kronologi lengkap penangkapan dramatis ini agar tidak menjadi korban modus serupa di masa depan.

Kronologi Pemerasan Rp300 Juta: Ngaku Utusan Pimpinan KPK

Peristiwa ini bermula saat seorang perempuan mendatangi Gedung DPR RI dengan maksud bertemu langsung dengan Ahmad Sahroni. Dalam pertemuan tersebut, pelaku mulai melancarkan siasat bulusnya. Tanpa ragu, ia mengaku sebagai utusan resmi dari pimpinan KPK. Modusnya cukup klasik namun berisiko tinggi: ia meminta uang sebesar Rp300 juta kepada Sahroni.

Alasannya pun terdengar sangat mencurigakan. Pelaku berdalih bahwa uang ratusan juta tersebut akan ia gunakan sebagai bentuk ‘dukungan’ kepada pimpinan lembaga antirasuah tersebut. Mendengar permintaan yang tidak masuk akal dan cenderung melanggar hukum ini, Sahroni tidak langsung percaya begitu saja. Ia segera mengambil langkah preventif dengan melakukan cross-check langsung ke pihak otoritas terkait.

“Dia mengaku utusan dari pimpinan KPK dan meminta uang senilai Rp300 juta untuk dukungan pimpinan KPK. Saya langsung cek ke KPK dan KPK menyangkal ada utusan tersebut,” ujar Ahmad Sahroni saat menjelaskan detail kejadian kepada awak media, Sabtu (11/4/2026).

Sinergi Maut Sahroni, KPK, dan Polda Metro Jaya Siapkan Jebakan

Setelah mendapatkan konfirmasi resmi dari KPK bahwa tidak ada utusan yang meminta uang, Sahroni langsung berkoordinasi dengan tim penyidik Polda Metro Jaya. Alih-alih mengusir pelaku, Sahroni justru bekerja sama dengan polisi dan KPK untuk menyusun strategi “penangkapan tangan”. Mereka membiarkan pelaku merasa di atas angin dengan menyetujui penyerahan uang tersebut.

Ahmad Sahroni berperan aktif dalam menjebak pelaku. Sesuai instruksi penyidik, proses penyerahan uang dilakukan di kediaman pelaku. Tanpa sadar bahwa dirinya sudah masuk dalam target operasi, perempuan berinisial THSL ini menyambut “umpan” tersebut dengan tangan terbuka. Saat itulah, tim buser dari Polda Metro Jaya langsung meringkus tersangka tanpa perlawanan.

Polda Metro Jaya Bekuk Tersangka Inisial THSL

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi penangkapan satu orang tersangka dalam perkara penipuan ini. Polisi mengidentifikasi pelaku dengan inisial THSL. “Yang diamankan satu orang, inisial THSL, dalam perkara penipuan,” tegas Kombes Budi Hermanto. Polisi saat ini tengah melakukan pemeriksaan intensif untuk membongkar jaringan di balik aksi nekat perempuan ini.

Penyidik masih mendalami motif utama tersangka, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Apakah THSL bekerja sendiri atau ia merupakan bagian dari sindikat yang lebih besar yang spesialis memeras pejabat dengan mencatut nama pimpinan lembaga negara? Kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya agar marwah lembaga negara seperti KPK tetap terjaga dari tangan-tangan jahat.

Pelajaran Penting dari Kasus Pemerasan Ahmad Sahroni:

  • Selalu lakukan konfirmasi ulang jika ada pihak yang meminta uang mengatasnamakan lembaga negara.
  • Jangan mudah terintimidasi oleh jabatan atau nama besar yang dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab.
  • Laporkan segera ke pihak berwajib jika menemukan indikasi pemerasan atau penipuan seperti yang dialami Ahmad Sahroni.
  • Koordinasi cepat antara korban dan aparat kepolisian terbukti efektif untuk menangkap pelaku kriminal.

Ahmad Sahroni memberikan apresiasi tinggi kepada gerak cepat tim Polda Metro Jaya dan KPK yang responsif dalam menangani laporannya. Kasus ini membuktikan bahwa sinergi antarlembaga sangat krusial dalam memberantas praktik penipuan yang merusak citra institusi pemerintah. – Rafi Adhi

Bagikan
Artikel Terkait
Natalius Pigai Pasang Badan Bela Peradilan Militer, Aktivis Ngamuk: Ini Delegitimasi Bukti Kasus Andrie Yunus!
Hukum & Kriminal

Heboh! Natalius Pigai Pasang Badan Bela Peradilan Militer, Aktivis Ngamuk: Ini Delegitimasi Bukti Kasus Andrie Yunus!

finnews.id – Dunia penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di tanah air mendadak...

Istana Akhirnya Buka Suara Soal Penggeledahan Kementerian PU, Sinyal 'Bersih-Bersih' Prabowo Dimulai?
Hukum & Kriminal

Istana Buka Suara Soal Penggeledahan Kementerian PU, Sinyal ‘Bersih-Bersih’ Prabowo Dimulai?

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari jantung birokrasi Indonesia. Istana Kepresidenan akhirnya...

Hukum & Kriminal

KPK Periksa Pejabat OPD Tulungagung Usai OTT Bupati Gatut Sunu

finnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung bergerak cepat setelah melakukan operasi...

Hukum & Kriminal

Selain Bupati Gatut Sunu, KPK Juga Tangkap 16 Orang dalam OTT di Tulungagung

finnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan langkah tegas dalam pemberantasan...