finnews.id – Dua kapal perang Amerika Serikat dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz. Peristiwa ini menjadi transit pertama sejak konflik antara AS dan Iran pecah pada akhir Februari.
Langkah ini sekaligus menandai dimulainya upaya pengamanan jalur laut strategis yang selama ini menjadi pusat perhatian dunia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa negaranya telah mulai “membersihkan” jalur tersebut.
Kapal Perusak AS Melintas Tanpa Gangguan
Menurut laporan The Wall Street Journal, kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS melewati selat tanpa mengalami kendala. Informasi ini mengacu pada keterangan tiga pejabat Amerika Serikat.
Di sisi lain, media AS Axios mengungkapkan bahwa operasi tersebut berlangsung tanpa koordinasi dengan otoritas di Teheran. Hal ini menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih tinggi meskipun jalur pelayaran mulai dibuka.
Trump Sebut Operasi Sebagai “Bantuan” Global
Trump menyampaikan pernyataan tegas melalui platform Truth Social miliknya terkait langkah tersebut.
“Kami sekarang memulai proses pembersihan Selat Hormuz,” kata Trump, yang juga menyebut langkah ini sebagai “bantuan” bagi negara-negara lain.
Ia bahkan menyinggung negara seperti China, Jepang, dan Prancis yang dinilainya tidak mengambil tindakan serupa.
Trump juga menegaskan bahwa Iran mengalami kekalahan besar dalam konflik yang berlangsung.
“Satu-satunya hal yang mereka miliki adalah ancaman bahwa sebuah kapal mungkin ‘terperosok’ ke salah satu ranjau laut mereka,” tulis Trump.
Ancaman Ranjau Laut Masih Jadi Risiko
Meski kapal perang berhasil melintas tanpa insiden, Trump mengakui bahwa ranjau laut yang berada di perairan tersebut tetap menjadi ancaman nyata. Risiko ini tidak bisa diabaikan mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi dunia.
Sekitar seperlima minyak mentah global melewati selat ini, sehingga setiap gangguan dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi internasional.
Jalur Pelayaran Sempat Terblokir Sejak Februari
Sejak 28 Februari, Iran membatasi pergerakan kapal di kawasan tersebut sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel. Akibatnya, jalur pelayaran utama di lepas pantai Iran praktis tidak dapat digunakan secara normal.
Namun, pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi bagian penting dari kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai awal pekan ini.
Negosiasi Damai Berlangsung di Pakistan
Di tengah perkembangan militer ini, pejabat senior Iran dan Amerika Serikat mulai melakukan pembicaraan di Pakistan. Pertemuan ini bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah memicu ketegangan di Timur Tengah dan mengguncang ekonomi global.
Upaya diplomasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi jangka panjang sekaligus menjaga keamanan jalur perdagangan internasional.
Klaim Tambahan Soal Perdagangan Minyak
Dalam pernyataan sebelumnya, Trump juga mengungkapkan bahwa kapal tanker kosong dari berbagai negara sedang menuju Amerika Serikat untuk membeli minyak. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait pergerakan tersebut.
Sementara itu, pejabat AS belum memberikan tanggapan resmi atas laporan transit kapal perang tersebut.