“Sekitar 90 persen anak-anak di sekolah dekat rumah saya ternyata belum tentu sarapan pagi. Hari ini, alhamdulillah mereka sangat bersyukur karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah masuk ke sana,” jelas Angga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini sangat serius mengejar target nol persen kemiskinan ekstrem di Indonesia. Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah mengandalkan akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bantuan tidak salah sasaran.

“Pemerintah hari ini mengedepankan DTKS. Ini adalah upaya berbasis data (data driven). Kita berusaha semaksimal mungkin agar penerima manfaat adalah orang-orang yang memang berhak, bukan salah sasaran lagi,” tegasnya.

Panduan Buku Saku 0%

Sebagai langkah transparansi, pemerintah menerbitkan Buku Saku 0% sebagai panduan komprehensif bagi masyarakat dan instansi terkait. Buku ini memuat informasi mengenai distribusi berbagai bantuan sosial mulai dari sektor pendidikan melalui Sekolah Rakyat, sektor kesehatan lewat PBI JKN, hingga ketahanan pangan melalui program Makan Bergizi Gratis.

Pemerintah berharap integrasi berbagai program ini mampu menjadi solusi konkret dalam menghapus kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata di seluruh pelosok tanah air.(*).