Home Nasional Buruknya Tata Kelola Anggaran dan Komunikasi Antar Menteri yang Tidak Sinkron Timbulkan Pertanyaan di Tengah Masyarakat
Nasional

Buruknya Tata Kelola Anggaran dan Komunikasi Antar Menteri yang Tidak Sinkron Timbulkan Pertanyaan di Tengah Masyarakat

Bagikan
Pemerintah menggelar Bazar Rakyat di kawasan Monas.
Bagikan

Lalu, dari mana anggaran untuk perhelatan pasar murah ini? Baik Setkab Teddy, maupun Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman yang hadir dalam jumpa pers di kawasan Monas pada Sabtu malam itu, tidak menjawab dengan gamblang.

Maman mulanya dikonfirmasi oleh media, apakah sumber pembiayaan acara itu diambil dari pos anggaran Kementerian UMKM? Namun, Menteri UMKM itu Nampak gelagapan di hadapan wartawan.

“Enggak, enggak. Ini pos anggarannya di.. di… di…” ucap Maman sambil bergestur ke arah Teddy.

Belum selesai Maman berbicara, Teddy memotongnya: “Pokoknya ada, oke,” kata Teddy.

Kebingungan menjawab asal anggaran di depan media massa ini memberi gambaran buruknya komunikasi antar Menteri, sehingga tidak bisa memberi penjelasan gambling pada masyarakat soal anggaran.

Dan juga menimbulkan pertanyaan besar di tengah-tengah masyarakat, dari mana sebenarnya anggaran Bazar Rakyat ini berasal. Terlebih, mengingat jumlah anggaran yang dikeluarkan pun tidak sedikit, karena panitia membagikan kupon pada masyarakat yang hadir.

Jika kupon yang dibagikan 100 ribu lembar, dengan nilai masing-masing Rp500 ribu, maka setidaknya anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp50 miliar. Yang jadi pertanyaan, dari pos mana itu berasal?

Perintah Presiden Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya menggelar kegiatan pasar murah untuk warga Jakarta.

“Masih dalam nuansa Hari Raya Idul Fitri, atas instruksi Presiden Prabowo, nanti sore bertempat di halaman Monumen Nasional (Monas), Istana kembali akan menyambut warga,” kata Setkab Teddy lewat akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Sabtu siang.

Menurut Teddy, perintah Presiden untuk mengadakan kegiatan ini berawal dari antusiasme masyarakat saat Hari Lebaran pekan lalu di Istana Kepresidenan.

“Bapak Presiden ingin sebanyak-banyaknya rakyat dapat berbagi kebahagiaan Lebaran dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan,“ tuturnya.

 

Bagikan
Artikel Terkait
Larangan mengajar 2027 ditakutkan memicu krisis guru besar-besaran. Kebijakan ini terasa seperti "vonis mati" bagi karier guru honorer.
NasionalNews

Peringatan Keras! Larangan Mengajar Guru Honorer Berlaku 2027, DPRD Jatim Teriak

Ia menilai persoalan tersebut harus disikapi secara serius karena jumlah tenaga pengajar...

BareskrimPolri berhasil menahan sebanyak 321 pelaku sindikat Judi Online (Judol) di Gedung Perkantoran di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar).
NasionalNews

321 Pelaku Sindikat Judol Hayam Wuruk Tertangkap, Markas Bergeser

Peran Pelaku WNI Sebagai CS Lebih lanjut, Wira mengungkap peran para admini...

Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026 hanya dua hari, yakni libur nasional pada tanggal 14 Mei dan cuti bersama pada 15 Mei.
Nasional

Libur Kenaikan Yesus Kristus dan Cuti Bersama, Gaji Dipotong atau Tidak?

Penetapan hari libur ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan,...

Nasional

Viral Kiai Usman Ridho Tegur Pemain Keyboard saat Ceramah: Ini Kiai, Bukan Pelawak!

Merespons kegaduhan yang timbul, KH Usman Ridho akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan...