Catatan Dahlan Iskan

Zaman Batu

Bagikan
Bagikan

Begitu diketahui posisi sang pilot rencana operasi penyelamatan pun dikerahkan. Apalagi sang pilot juga memberi info: dirinya dalam keadaan selamat. Hanya terluka. Ia juga melaporkan kondisi lokasi jatuhnya pesawat: di pegunungan dengan ketinggian 2.300 meter. Seperti di ketinggian pegunungan Tinombala di Palu.

Sang pilot juga melapor bahwa ia sudah berhasil bersembunyi agar tidak mudah ditangkap pasukan Iran.

Iran memang mengerahkan pasukan untuk menangkap pilot itu. Iran juga mengumumkan memberi hadiah kepada siapa pun warga pegunungan itu yang bisa menangkapnya.

Betapa dramatik operasi penyelamatan itu bisa dilihat dari banyaknya pesawat yang dikerahkan Amerika: 12 pesawat. Bayangkan, 12 pesawat harus terbang ke atas daratan Iran. Demi satu orang tentara. Maka wilayah seluas tiga kilometer dari tempat persembunyian itu dihujani bom.

Setelah dinyatakan aman, satu pesawat pengangkut pasukan mendarat di landasan darurat. Amerika sudah tahu sedetail itu: di mana pesawat jenis C-130 bisa mendarat dengan aman di dekatnya. Pesawat itu besar tapi punya kelebihan: bisa mendarat di landasan pendek.

Pesawat-pesawat tempur lain terbang rendah. Mereka terus mengamati daerah sekitar persembunyian. Bukan hanya untuk mengamankan sang pilot, juga untuk mengamankan pasukan penyelamat.

Belum ada laporan lebih detil dari itu. Mungkin dicicil untuk terus mengobarkan drama di Amerika: sang pilot berhasil diselamatkan dari sarang musuh. Pilot itu lantas diterbangkan ke Kuwait. Dirawat di RS di sana.

Dari jam ke jam orang Amerika tergila-gila dengan keberanian tentara Amerika menyelamatkan pilot tersebut. Di cerita itu tentara Amerika justru seperti dalam posisi terzalimi. Mereka lupa bahwa perang ini akibat Amerika sendiri yang menyerang Iran.

Kisah kepahlawanan itu akhirnya bisa membalik opini di Amerika. Dari yang awalnya menentang perang menjadi simpati kepada tentara mereka.

Di saat yang tepat itulah Trump memberikan ultimatum ke Iran: menyerah, membuka Selat Hormuz, atau kembali ke zaman batu.

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
PT DSI itulah yang akan ekspor sawit dan batu bara. Eksporter tunggal. Semua perusahaan sawit dan batu bara harus serahkan ekspornya.
Catatan Dahlan Iskan

Klarifikasi Bukan

Entahlah mana yang paling benar. Baiknya kita sabar menunggu perkembangan sampai dua...

Catatan Dahlan Iskan

Dor! Dor!

Presiden Soeharto mengubah asas ekonomi menjadi tanpa nama. Tapi Anda tahu: praktik...

Catatan Dahlan Iskan

Rujak Ambon

  Tiba di kantor Cantika kami bisa pilih kursi. Ada tiga pilihan:...

Catatan Dahlan Iskan

Kenari Tua

  “Sejuta umat” yang terbukti laris hanya di mobil Avanza. Itulah merek...