Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa harga yang dipasang Pertamina tetap kompetitif. Mengingat Indonesia melayani pengisian avtur untuk maskapai internasional, maka penetapan harga memang harus mengikuti mekanisme pasar dunia.
“Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme yang terjadi adalah mekanisme pasar,” ungkap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM.
Upaya Menahan Ledakan Harga Tiket Pesawat Domestik
Banyak masyarakat khawatir kenaikan biaya tambahan ini akan membuat harga tiket pesawat terbang melambung tak terkendali. Namun, pemerintah berjanji akan menjaga agar kenaikan harga tiket pesawat domestik tetap berada di kisaran 9 persen hingga 13 persen saja. Kebijakan kenaikan fuel surcharge ini justru dianggap sebagai “rem” agar maskapai tidak menaikkan tarif dasar secara ugal-ugalan.
Langkah fiskal ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelamatkan ekosistem penerbangan nasional. Di satu sisi, maskapai butuh menutup biaya avtur yang mahal agar tetap bisa terbang. Di sisi lain, pemerintah berusaha memastikan mobilitas masyarakat antarpulau tidak terhenti akibat harga tiket yang selangit.
Dampak Bagi Penumpang dan Strategi Perjalanan
Bagi Anda para konsumen, kenaikan ini adalah sinyal kuat untuk lebih cerdik dalam berburu tiket. Memanfaatkan promo maskapai atau memesan tiket jauh-jauh hari bisa menjadi solusi agar tetap mendapatkan harga terbaik. Pemerintah terus memantau dinamika konflik Timur Tengah karena harga minyak dunia sangat sensitif terhadap isu geopolitik tersebut.
Tetap waspada terhadap perubahan tarif yang mungkin terjadi secara mendadak. Pastikan Anda terus mengikuti perkembangan terbaru agar rencana perjalanan Anda tidak terganggu oleh regulasi tarif penerbangan yang dinamis ini. (*)