Radarpena.co.id – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih yang sangat mengkhawatirkan. Angkatan bersenjata Iran baru saja merilis pernyataan mengejutkan yang mengklaim telah melumpuhkan kekuatan udara Amerika Serikat (AS). Bukan hanya satu, militer Iran menyatakan telah menembak jatuh pesawat angkut C-130 Hercules kedua milik militer AS yang tengah menjalankan misi berisiko tinggi.
Pesawat raksasa tersebut kabarnya terlibat dalam operasi penyelamatan kopilot jet tempur F-15E yang sebelumnya jatuh di wilayah konflik. Informasi ini langsung memicu kekhawatiran global mengenai potensi perang terbuka yang lebih luas antara kekuatan Barat dan Teheran. Publik kini menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai nasib awak pesawat yang menjadi sasaran tembak tersebut.
Kronologi Operasi Penyelamatan yang Berakhir Tragis
Juru bicara markas besar pusat komando militer Iran Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyampaikan pengumuman tersebut pada Minggu waktu setempat. Menurut Zolfaghari, upaya Amerika Serikat untuk mengevakuasi pilot kedua dari jet tempur F-15E yang jatuh berakhir dengan kegagalan total. Pasukan pertahanan udara Iran disebut memberikan perlawanan yang sangat sengit terhadap armada penyelamat AS.
Berdasarkan investigasi mendalam dari para ahli di lokasi kejadian, pihak Iran mengonfirmasi kerugian besar di sisi militer AS. Tembakan intens dari para pejuang Iran berhasil menjatuhkan dua pesawat angkut militer C-130 Hercules dan dua helikopter Black Hawk. Data ini menunjukkan bahwa operasi penyelamatan tersebut berubah menjadi zona maut bagi armada udara Amerika Serikat.
“Sesuai informasi yang diterima sebelumnya, penyelidikan tambahan oleh para ahli di tempat kejadian menentukan bahwa, sebagai hasil dari tembakan intens dari para pejuang Iran, angkatan bersenjata menembak jatuh dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk milik tentara AS,” tegas pernyataan resmi dari komando militer pusat Iran tersebut.
Klaim Saling Silang: Donald Trump Sebut Pilot Aman
Di sisi lain, narasi yang berbeda muncul dari Gedung Putih. Sebelum pernyataan militer Iran keluar, Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan yang bertolak belakang. Trump menegaskan bahwa pilot kedua dari pesawat F-15E yang jatuh telah berhasil diselamatkan dan saat ini berada dalam kondisi aman.