Kasus “Manusia Merdeka”: Ia sering melabeli dirinya sebagai “Manusia Merdeka” setelah resmi berhenti dari status Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2019 demi menjaga independensinya dalam melontarkan kritik.
Diskursus Publik: Ia aktif di media sosial (X/Twitter) dan YouTube untuk membedah data-data anggaran negara, utang, dan tata kelola korporasi negara.
Isu PIK-2: Pada akhir 2024 dan memasuki 2025, ia menjadi sorotan publik karena keberaniannya membela warga terdampak proyek pembangunan di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK-2), yang kemudian menyeretnya ke dalam beberapa proses hukum terkait UU ITE.
Ciri Khas dan Pandangan
Said Didu dikenal dengan gaya bicaranya yang lugas dan teknokratis karena latar belakang pendidikannya sebagai insinyur. Ia sering menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan aset negara. Meskipun sering dianggap sebagai oposisi, ia menyatakan bahwa kritik yang disampaikannya berbasis pada data dan kecintaan terhadap kedaulatan ekonomi Indonesia.