Home News 72 Siswa SD Duren Sawit Keracunan MBG, BGN Temukan Fakta-Fakta Unik
News

72 Siswa SD Duren Sawit Keracunan MBG, BGN Temukan Fakta-Fakta Unik

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa, Jakarta Timur, tanpa batas waktu.

Keputusan ini diambil setelah puluhan siswa diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus ini menjadi sorotan serius karena menyangkut keselamatan anak-anak dalam program skala nasional.

Sebanyak 72 siswa sekolah dasar di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Kamis (2/4/2026).

SPPG Pondok Kelapa diketahui menjadi penyedia makanan bagi sejumlah sekolah, termasuk SDN Pondok Kelapa 01, 07, dan 09, serta SMA 91.

Gejala yang dialami para siswa antara lain: Mual dan muntah, Diare akut, Demam tinggi, dan Nyeri perut.

Para korban langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit, seperti RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum.

Temuan Unik BGN

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa penghentian operasional dilakukan karena fasilitas dapur belum memenuhi standar keamanan pangan.

“SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), masih belum memenuhi standar,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Hasil investigasi menunjukkan:

  • Tata letak dapur tidak sesuai standar higienitas
  • Sistem IPAL tidak memenuhi ketentuan
  • Berpotensi mencemari proses pengolahan makanan

Dalam program sebesar MBG, standar dapur menjadi faktor krusial karena berkaitan langsung dengan keselamatan massal.

BGN menduga insiden ini berkaitan dengan kualitas makanan yang menurun sebelum dikonsumsi.

Faktor utama yang disorot adalah jeda waktu antara proses memasak dan distribusi (food holding time).

“Jeda waktu yang terlalu lama berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan,” jelas Nanik.

Dalam distribusi makanan massal, pengendalian waktu dan suhu menjadi kunci utama untuk mencegah kontaminasi.

Penyebab Keracunan 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut dugaan sementara mengarah pada salah satu menu yang disajikan, yakni spageti.

Menu lengkap saat kejadian meliputi:

  • Spageti bolognese
  • Bola-bola daging
  • Scramble egg tofu
  • Sayuran campur
  • Buah stroberi

“Sebagian besar korban diduga terdampak dari makanan spagetinya, tapi kita masih menunggu hasil laboratorium resmi,” ujar Pramono.

DPRD Geram

Insiden ini memicu reaksi dari DPRD DKI Jakarta. Sekretaris Komisi E, Justin Adrian Untayana, mendesak adanya pengawasan berlapis terhadap pelaksanaan program MBG di daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh pasif meskipun program ini merupakan inisiatif pusat.

“Pengawasan bahan makanan dan tata kelola dapur harus diperketat agar sekolah tetap menjadi tempat yang aman bagi siswa,” tegasnya.

Ia juga menekankan perlunya audit rutin oleh:

  • Dinas Kesehatan
  • Dinas Pendidikan
  • Dinas Ketahanan Pangan

Biaya Pengobatan Gratis

Sebagai bentuk tanggung jawab, BGN memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan siswa, terutama yang tidak tercover BPJS Kesehatan.

Selain itu, BGN juga menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan keluarga.

Evaluasi Total Program MBG

Meski insiden ini mencoreng pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen mendukung program tersebut dengan catatan evaluasi menyeluruh.

Perbaikan yang akan dilakukan meliputi:

  • Standarisasi dapur
  • Pengawasan distribusi makanan
  • Kontrol kualitas bahan pangan
  • Sistem keamanan pangan yang lebih ketat

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa program pangan skala besar harus diiringi dengan pengawasan ketat agar tidak membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Foto ilustrasi Kereta Api
News

PT KAI Beri Diskon Tiket Kereta Libur Paskah? Ini Penjelasan Resminya

finnews.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT Kereta Api Indonesia...

News

Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Deteksi Tsunami di Halmahera Barat dan Bitung

finnews.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis...

Siap-Siap! Kawasan Kumuh Menteng Tenggulun Disulap Jadi Sentra Ekonomi Modern
News

Siap-Siap! Kawasan Kumuh Menteng Tenggulun Disulap Jadi Sentra Ekonomi Modern

finnews,id – Kabar gembira buat warga Jakarta! Wajah kawasan Menteng Tenggulun bakal...

Komnas HAM Bongkar Skandal Koordinasi TNI-Polri di Kasus Andrie Yunus
News

Komnas HAM Bongkar Skandal Koordinasi TNI-Polri di Kasus Andrie Yunus

finnews.id – Tabir gelap kasus penyiraman aktivis Andrie Yunus semakin terkuak dan...