Catatan Dahlan Iskan

Kang Dasep

Bagikan
Kang Dasep
Bagikan

Sebagai mobil, saya tidak mengalami kesulitan sama sekali mengemudikannya. Tapi saya memang selalu waswas: di mana akan kehabisan baterai. Ternyata di Jalan Sudirman, Jakarta. Tinggal satu atau dua kilometer dari gedung BPPT.

Kalau saja penumpang mobil itu hanya saya dan Kang Dasep pastilah bisa sampai ke tujuan. Tapi hari itu mobil diisi empat orang. Yang dua orang sangat gendut pula.

Tapi itulah uji coba. Itulah penelitian. Kang Dasep bisa belajar dari kekurangan selama uji coba.

Yang berbeda dengan uji coba BYD: Kang Dasep tidak mendapat cukup waktu untuk menyempurnakan hasil uji cobanya. Yang ia dapatkan: masalah. Harus berurusan dengan hukum. Pun saya.

BYD tidak mengalami apa yang dialami Kang Dasep. Sepuluh tahun kemudian BYD menguasai mobil listrik dunia. Pun kelak, di awal tahun 2026, menguasai penjualan mobil listrik di Indonesia.

Tentu, seandainya pun Kang Dasep tidak terkena masalah, belum tentu mobil listrik Ahmadi berhasil berkembang seperti BYD. Tapi setidaknya tidak dipaksa layu sebelum berkembang.

Senin kemarin saya bertemu Kang Dasep –setelah lebih 10 tahun tidak baku dapa.

Saya sudah 76 tahun, Kang Dasep sudah 60 tahun.

Tapi kondisi badannya sangat sehat. Selama di “dalam” ia olahraga dan olah jiwa. Olahraganya main pingpong. Lawan main tangguhnya: Benny Tjokro –waktu muda Bentjok pernah juara pingpong di kota kelahirannya, Solo.

“Hanya saya yang pernah mengalahkannya,” ujar Kang Dasep.

Olah jiwanya: menghafal Quran. Sebagai sarjana teknik mesin ITB, ia menemukan teknik menghafal Quran: dimulai berdasarkan urutan turunnya wahyu.

Selama menghafal Quran itu Kang Dasep juga menemukan bentuk kalimat dalam Quran. Ada satu kalimat yang utuh. Umumnya di juz Amma. Ada satu kalimat yang dipenggal dua. Misalnya di surah Al Zalzalah. Lalu satu kalimat dipenggal tiga. Misalnya di surah Tabaroq.

Teknik lain: mengulangi bacaan yang sama sampai 40 kali. Sampai bibir seolah reflek ketika mengulanginya. Tentu, katanya, harus mengerti makna yang dihafalkannya itu. Lalu diresapi. Sampai membuat air mata berlinang. Ia sendiri sering mengalaminya.

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Rumah Pala

  Kami terus memasuki kebun pala lebih ke dalam. Ini lagi musim...

Catatan Dahlan Iskan

New Rhun

Di Rhun tidak ada sumber air tawar. Semua rumah punya bak beton...

Catatan Dahlan Iskan

Lu Biau

  Anda sudah tahu apa maksudnya: Thucydides adalah ahli sejarah dunia di...

Catatan Dahlan Iskan

Tuntutan Tinggi

Nadiem, Anda sudah tahu: pilih strategi high profile. Medsos gegap gempita. Ia...