Home Ekonomi Demi Ketahanan Energi! PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo, Amankan Pasokan Biomassa Raksasa!
Ekonomi

Demi Ketahanan Energi! PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo, Amankan Pasokan Biomassa Raksasa!

Bagikan
Demi Ketahanan Energi! PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo, Amankan Pasokan Biomassa Raksasa
PLN EPI dan Kalimantan Powerindo resmi bangun hub biomassa di Kaltim. Langkah berani amankan pasokan energi bersih dan kejar target NZE 2060
Bagikan

finnews.id – Dunia energi sedang tidak baik-baik saja akibat dinamika geopolitik global. Namun, kabar mengejutkan datang dari industri strategis nasional. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) baru saja mengambil langkah “ngeri” untuk mengunci ketahanan energi Indonesia. Lewat kesepakatan raksasa, subholding PLN ini resmi menggandeng PT Kalimantan Powerindo guna membangun rantai pasok bioenergi yang terintegrasi.

Langkah ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Jakarta, Kamis (2/4/2026), menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mulai serius meninggalkan ketergantungan pada energi fosil. Biomassa kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilar utama untuk mengejar target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Strategi Hub Biomassa: Kunci Rahasia PLN EPI

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa menjaga keandalan listrik tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama. PLN EPI kini mandatnya jelas: memastikan energi yang tersedia tidak hanya kuat, tapi juga berkelanjutan. Penguatan ekosistem biomassa harus dilakukan secara total dari hulu hingga hilir.

“Penguatan ekosistem biomassa tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita perlu kolaborasi dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber pasok, pengolahan, logistik, hingga pemanfaatannya,” ujar Hokkop dengan tegas saat seremoni penandatanganan.

Strategi yang diusung pun tergolong revolusioner, yakni skema hub dan sub-hub. Dengan model ini, PLN EPI bisa melakukan konsolidasi bahan baku dari berbagai wilayah, menyeragamkan kualitas, dan yang terpenting, menciptakan efisiensi distribusi ke berbagai unit pembangkit (PLTU).

“Melalui pendekatan hub, kita tidak hanya mengamankan pasokan, tetapi juga menciptakan efisiensi logistik dan kepastian kualitas biomassa. Ini menjadi fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan program cofiring di PLTU,” jelas Hokkop. Ia juga menambahkan bahwa ke depan, energi fosil hanya akan menjadi penyangga (buffer), sementara biomassa didorong menjadi sumber utama energi nasional.

Kalimantan: Tambang Emas Hijau Masa Depan

Mengapa Kalimantan? Direktur Utama PT Kalimantan Powerindo, Rudy Gunawan, membeberkan rahasia besar di balik potensi Bumi Etam. Kalimantan Timur berpeluang besar menjadi pusat logistik energi bersih dunia. Bayangkan, di sekitar area operasi mereka, terdapat konsentrasi limbah dari pabrik kelapa sawit dan sisa tambang yang selama ini belum tergarap maksimal.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,08 persen ke level 6.396 pada penutupan perdagangan sesi I hari Selasa
Ekonomi

Tak Baik-baik saja, IHSG Jebol 3 Persen, Apa Penyebabnya?

Finnews.id – EKONOMI  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar...

Rupiah menjadi mata uang paling lemah karena adanya tekanan ganda yang datang dari kenaikan harga minyak serta kondisi domestik
Ekonomi

Rupiah Lemas Hari ini, Obligasi Ikut Gerah

Finnews.id – EKONOMI  Rupiah kembali jatuh ke level terendah di sepanjang sejarah...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...