Salah satu komponen paling kritikal pada Orion adalah European Service Module (ESM). Modul ini merupakan hasil kolaborasi internasional yang diproduksi oleh Airbus di Bremen, Jerman. ESM bertindak sebagai “jantung” yang menyediakan tenaga pendorong, daya listrik, pengaturan suhu, hingga suplai oksigen dan air bagi para astronaut selama 10 hari perjalanan.
Yang lebih gila lagi, ESM menggunakan 33 mesin berbeda untuk bermanuver, termasuk satu mesin manuver orbit yang diadopsi dari pesawat ulang-alik (space shuttle) yang telah dipensiunkan. Teknologi ini memungkinkan kru untuk mengambil alih kontrol secara manual dan menerbangkan Orion pada bagian-bagian tertentu dalam perjalanan mengelilingi Bulan.
Uji Coba Ekstrem di Jarak 406.000 Kilometer
Misi Artemis II dirancang sebagai ujian ketahanan teknologi. Para astronaut akan menempuh jarak sekitar 252.000 mil atau 406.000 km dari Bumi. Ini adalah titik terjauh yang pernah ditempuh manusia di luar angkasa. Fokus teknis utamanya adalah menguji life support system atau sistem pendukung kehidupan dalam kondisi hampa udara yang ekstrem.
Selama sepuluh hari, sistem navigasi dan manuver kedekatan orbital (proximity maneuvers) akan diuji habis-habisan. Keberhasilan pengujian teknologi ini akan menjadi standar baru dan fondasi bagi NASA untuk membangun pangkalan permanen di Bulan, serta persiapan misi berawak pertama ke Mars pada dekade 2030-an mendatang.
Eksplorasi ini juga menjadi pembuktian bagi Amerika Serikat di tengah persaingan ketat dengan Cina yang juga berencana mendaratkan manusia di Bulan pada akhir 2030. Dengan teknologi SLS dan Orion, NASA telah menetapkan standar baru dalam perlombaan teknologi antariksa global. (*)